Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap lokasi-lokasi strategis Israel di wilayah pendudukan Palestina sebagai balasan atas genosida dan aksi pelaparan yang terus dilakukan rezim Zionis terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Juru bicara militer Yaman, Brigjen Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi pada hari Senin (8/9) mengumumkan bahwa Pasukan Pesawat Nirawak Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer kualitatif terhadap Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, Bandara Ramon di dekat kota Eilat, dan sebuah fasilitas sensitif di kota Dimona di gurun Negev, menggunakan tiga pesawat nirawak.
Dia memastikan operasi tersebut mencapai tujuan yang diinginkan. Dia juga memuji operasi pembalasan yang terjadi di kota al-Quds (Yerussalem), yang menewaskan 7 orang Zionis, dan di Jalur Gaza, yang menewaskan empat tentara Israel. Dia menyebut pembelasan itu sebagai pertanda ketangguhan bangsa Palestina dan kesiapan generasi mudanya untuk terus melawan Israel.
Menurutnya, Operasi-operasi pembalasan itu mengungkap kegagalan total aparat keamanan entitas Zionis, betapapun canggihnya sarana yang dimiliki entitas ini.
Saree juga menegaskan pasukan Yaman akan melanjutkan serangan mereka terhadap target-target Israel atau yang berafiliasi dengannya hingga kampanye genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dihentikan dan blokade di wilayah pesisir tersebut dicabut sepenuhnya.
Sebelumnya pada hari Senin, saluran televisi Israel Channel 14 melaporkan bahwa sebuah ledakan telah mengguncang Bandara Ramon akibat serangan pesawat nirawak Yaman. Para saksi mata mengatakan ledakan dahsyat terdengar di seluruh area tersebut.
Media berbahasa Ibrani melaporkan sirene diaktifkan di sekitar bandara, sementara otoritas Israel menutup wilayah udara di sekitar fasilitas tersebut.
Sirene serangan udara tambahan dibunyikan di wilayah selatan Negev di tengah kekhawatiran potensi infiltrasi pesawat nirawak di dekat wilayah Dimona dan kawasan industri Rotem.
Perkembangan ini terjadi kurang dari sehari setelah sebuah pesawat nirawak Yaman menerobos wilayah udara di atas wilayah pendudukan Palestina, menembus pertahanan udara Israel, dan menyerang targetnya di bandara yang sama. (mm/presstv)