Washington, LiputanIslam.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan akan mengajukan proposal baru untuk mengakhiri perang di Gaza, dengan mengatakan bahwa Israel telah menerima persyaratannya seiring dengan berlanjutnya serangan brutal di wilayah Palestina tersebut.
Dalam sebuah unggahan media sosial pada hari Minggu (7/9), Trump memperingatkan Hamas agar menerima persyaratannya, dengan mengaku telah memberi tahu kelompok pejuang tersebut perihal “konsekuensi” penolakan terhadap tawaran tersebut.
Sepanjang perang 23 bulan di Jalur Gaza, para pejabat AS telah berulang kali mengklaim bahwa Israel telah menerima upaya gencatan senjata , padahal para pemimpin Israel secara terbuka bersumpah untuk mengintensifkan serangan mereka, sehingga kelompok-kelompok HAM dan cendekiawan terkemuka menyebutnya sebagai genosida.
“Semua orang ingin para sandera PULANG. Semua orang ingin perang ini berakhir!” tulis Trump dalam sebuah unggahan media sosial.
“Israel telah menerima persyaratan saya. Sudah saatnya Hamas juga menerima. Saya telah memperingatkan Hamas tentang konsekuensi jika tidak menerima. Ini peringatan terakhir saya, tidak akan ada peringatan lain! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini,” lanjutnya.
Masih belum jelas apa isi persyaratan Trump.
Namun, Trump sebelumnya telah mengeluarkan peringatan lisan serupa kepada Hamas dan meramalkan bahwa perang akan segera berakhir. Pada 25 Agustus, Trump mengaku memperkirakan perang akan mencapai “akhir yang konklusif” dalam waktu tiga minggu. (mm/aljazeera/raialyoum)