Jabalia, LiputanIslam.com – Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), merilis rekaman video serangan pejuangnya terhadap kendaraan Israel di Jabalia, utara Jalur Gaza, sebagai bagian dari operasi bersandi “Tongkat Musa”.
Rekaman itu memperlihatkan tiga pejuang Al-Qassam muncul dari sebuah rumah yang hancur untuk menyerang tank Merkava dan sebuah kendaraan lapis baja pengangkut personel di Jalan Al-Ghabari.
Seorang pejuang menyerang tank Israel dengan rudal “Yasin 105”, sementara pejuang lainnya menempatkan alat peledak di kendaraan lapis baja tersebut dan mundur sebelum meledak.
Rekaman itu juga menunjukkan seorang pejuang memanjat tank lain dan mencoba membuka kokpitnya untuk melemparkan alat peledak ke dalamnya. Namun, tank itu terkunci dari dalam, sehingga para pejuang menyerang dengan menembaknya dan tank kedua yang diparkir di dekatnya dengan rudal Yasin dan senapan mesin.
Sebelumnya pada hari Rabu, kelompok perlawanan Palestina mengumumkan peluncuran Operasi Togkat Musa, sebagai respons terhadap operasi “Gideon 2” yang diluncurkan Israel untuk menduduki Kota Gaza.
Sebuah sumber perlawanan mengatakan bahwa operasi “Tongat Musa” pertama dimulai beberapa hari terakhir di Jabalia dan wilayah Zeitoun, beberapa jam setelah Israel mengumumkan peluncuran ” Gideon 2″.
Israel Ancam Tepi Barat
Menteri Perang Israel Yisrael Katz dalam pertemuan tertutup yang diadakan oleh Katz dengan para komandan tentara Israel pada hari Rabu mengancam akan melancarkan perang di Tepi Barat, menurut saluran swasta Channel 14 Israel.
Saluran tersebut menyatakan, “Menteri Pertahanan menginstruksikan tentara Israel, dalam pertemuan tertutup yang diadakan hari ini (Rabu) dengan para komandan tentara, untuk mempersiapkan rencana yang menentukan di Yudea dan Samaria (Tepi Barat), jika terjadi skenario ekstremis di wilayah tersebut.”
Dikutip saluran tersebut, Katz dalam pertemuan itu mengatakan, “Tujuan kami adalah menjaga stabilitas, tetapi jika pasukan keamanan PA berbalik melawan kami dan mengarahkan senjata mereka ke arah kami, kami akan melancarkan perang yang menentukan, dan kami tidak akan membiarkan intifada baru.”
Katz menambahkan, “Respons kami akan tegas dan sepenuhnya berbeda, dan apa yang telah terjadi tidak akan terjadi lagi,” merujuk pada intifada-intifada sebelumnya di Tepi Barat, termasuk “intifada persatuan” pada Mei 2021.
Saat itu, warga Palestina di Tepi Barat, Al-Quds, dan wilayah pendudukan Palestina 1948 bangkit sebagai respons kolektif terhadap upaya Israel untuk mengusir warga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah, Kota Tua Al-Quds.
Menurut saluran tersebut, lembaga keamanan Israel memantau faktor-faktor yang dapat memicu eskalasi di Tepi Barat, termasuk pengakuan internasional yang diantisipasi terhadap negara Palestina dan memburuknya situasi ekonomi di sana. (mm/aljazeera)