Beijing, LiputanIslam.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan keharusan bersikap tegas terhadap intimidasi dan tekanan dari negara-negara yang berusaha mengganggu hubungan persahabatan antara Iran dan Tiongkok, dan menegaskan kembali komitmen Teheran untuk melaksanakan perjanjian bilateral.
Pezeshkian mengakhiri kunjungannya ke Tiongkok pada hari Rabu (3/9), dan kembali ke Teheran setelah berpartisipasi dalam Pertemuan Puncak Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) ke-25 dan pertemuan SCO Plus.
“Kita harus melawan perundungan dari negara-negara yang menentang hubungan persahabatan antara Iran dan Tiongkok,” ujar Pezeshkian di Beijing saat ia bertemu dengan Huang Hu, anggota tetap Partai Komunis Tiongkok.
Pezeshkian juga menekankan pentingnya kerja sama multilateral, dan menyebut Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) sebagai alat yang efektif untuk melawan unilateralisme.
Dia mengatakan bahwa umat manusia mendambakan keadilan, kesetaraan, dan kepatuhan terhadap hukum, dan bahwa fondasi peradaban global berakar pada kekayaan sejarah dan budaya bangsa-bangsa seperti Iran dan Tiongkok, dan melalui peradaban ini, bangsa-bangsa dapat hidup berdampingan secara bermartabat.
Pezeshkian lebih lanjut mengatakan bahwa Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei telah mengamanatkan pemerintah Iran untuk memprioritaskan hubungan dengan Tiongkok, dan berharap agar kelompok kerja bersama dapat segera mempercepat implementasi perjanjian bilateral.
Sementara itu, pejabat Tiongkok tersebut menyatakan apresiasinya atas penilaian positif Iran terhadap KTT SCO baru-baru ini di Tianjin, dengan mengatakan bahwa Beijing siap untuk mengoperasionalkan kesepahaman yang dicapai antara kedua belah pihak.
Dia menambahkan bahwa Tiongkok akan terus mendukung Iran dalam hal-hal yang berkaitan dengan kedaulatan dan kepentingan nasional, sebagaimana yang telah dilakukannya di masa lalu.
Tidak Takut Perang
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan negaranya melakukan segala daya upaya untuk mencegah penerapan kembali sanksi PBB.
Dalam sebuah wawancara televisi pada hari Rabu, Araqchi mengatakan bahwa Iran tidak takut akan negosiasi maupun perang, dan siap menghadapi segala kemungkinan.
Dia juga mengumumkan bahwa Teheran tidak akan bekerja sama lagi dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) selama negosiasi belum selesai.
Araghchi menambahkan bahwa Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengakui perlunya kerangka kerja sama baru, dan bahwa Rusia dan Tiongkok telah menyerahkan rancangan resolusi sanksi kepada Dewan Keamanan, dan Iranpun terus berkonsultasi dengan mereka. (mm/presstv/raialyoum)