Teheran, LiputanIslam.com – Pejabat tinggi keamanan Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) menghalangi potensi perundingan dengan mengajukan tuntutan yang “tidak realistis”, termasuk pembatasan program rudal Iran.
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, dalam sebuah unggahan di X, Selasa (2/9), menyatakan Teheran tetap terbuka untuk berdialog dengan Washington, tapi pendekatan AS justru melemahkan kemungkinan negosiasi yang bermakna.
“Jalan negosiasi dengan AS belum tertutup; namun orang Amerika ini hanya memberikan dukungan lisan untuk perundingan dan tidak mau berunding; dan mereka secara keliru menyalahkan Iran atas hal itu,” tulis Larijani.
Dia menambahkan,”Kami memang mengupayakan negosiasi yang rasional. Dengan mengajukan isu-isu yang tidak realistis seperti pembatasan rudal, mereka justru menciptakan jalur yang meniadakan pembicaraan apa pun.”
Iran mengadakan lima putaran perundingan mengenai pengganti kesepakatan nuklir 2015 sebelum serangan udara AS-Israel terhadap Iran dan fasilitas nuklirnya pada pertengahan Juni.
AS dan para sekutunya di Eropa telah berulang kali menyerukan agar perjanjian apa pun di masa mendatang tidak hanya membahas aktivitas nuklir Iran melainkan juga program rudal balistiknya.
Teheran secara konsisten menolak tuntutan tersebut, bersikeras bahwa kemampuan militernya tidak dapat dinegosiasikan.
Pihak-pihak Eropa dalam kesepakatan 2015, yaitu Inggris, Prancis, dan Jerman, baru-baru ini memicu mekanisme “snapback” untuk memulihkan sanksi PBB, sehingga semakin mempersulit diplomasi untuk menyelesaikan ketegangan. (mm/presstv)