Beirut, LiputanIslam.com – Satu orang gugur akibat serangan pesawat nirawak Israel terhadap mobilnya di kota Sir al-Gharbiya, distrik Nabatieh, Lebanon selatan, Jumat (29/8) .
Kantor Berita Nasional Lebanon, NNA, melaporkan bahwa sebuah pesawat nirawak Israel melancarkan serangan rudal berpemandu terhadap sebuah mobil di pintu masuk timur Sir al-Gharbiya hingga menggugurkan satu orang (yang kewarganegaraannya tidak disebutkan).”
Hal ini terjadi dalam konteks pelanggaran berulang Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang disepakati antara Tel Aviv dan Hizbullah sejak 27 November.
Sementara itu, militer Israel menyatakan “penyesalan” pada hari Jumat setelah dua tentara Lebanon tewas ketika sebuah pesawat nirawak Israel meledak di Lebanon selatan pada hari Kamis.
Berdasarkan gencatan senjata yang dicapai pada November 2024 untuk mengakhiri perang lebih dari setahun antara Israel dan Hizbullah, tentara Lebanon dikerahkan di wilayah selatan negara ini, dan membongkar infrastruktur milik pihak yang didukung Iran, dengan dukungan dari pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL).
Insiden hari Kamis adalah yang keempat sejak tentara Lebanon mulai dikerahkan di wilayah selatan, menurut Presiden Lebanon Joseph Aoun.
Juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengatakan pesawat nirawak tersebut menyerang “sebuah kendaraan rekayasa di daerah Naqoura di Lebanon selatan yang sedang bersiap untuk membangun kembali infrastruktur militer Hizbullah di daerah tersebut.”
Dia menambahkan bahwa “kerusakan teknis” selama penggerebekan menyebabkan “amunisi tidak meledak dan jatuh ke tanah, yang kemudian dilaporkan menyebabkan sejumlah personel tentara Lebanon terluka.”
Melalui platform X, dia menjelaskan bahwa “kemungkinan insiden tersebut disebabkan oleh ledakan senjata Israel sedang diselidiki” dan “IDF menyatakan penyesalannya atas cedera yang dialami tentara Lebanon, dan insiden tersebut akan diselidiki.”
Berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang ditengahi AS, Hizbullah dan Israel diwajibkan untuk mundur dari Lebanon selatan, namun Israel tetap mempertahankan pasukan di beberapa wilayah yang dianggap strategis. (mm/raialyoum)