Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, menegaskan bahwa pasukan rudal Angkatan Bersenjata Yaman menunjukkan pencapaian signifikan dalam pembuatan hulu ledak kluster untuk rudal hipersonik Palestine 2 hingga meresahkan Israel.
Dalam pidato pada hari Kamis (28/8) mengenai perkembangan terbaru krisis Gaza serta perkembangan regional dan internasional, Sayyid al-Houthi menjelaskan bahwa hulu ledak kluster itu “dibagi menjadi beberapa hulu ledak,” dan bahwa ini merupakan “pencapaian kualitatif signifikan yang meresahkan rezim pendudukan (Israel).”
Mengenai agresi Israel terhadap Yaman, dia menekankan bahwa “serangan terhadap stasiun perusahaan minyak dan pembangkit listrik merupakan agresi yang gagal.”
Dia mengatakan bahwa pasukan Zionis “menyerang fasilitas penyedia layanan bagi semua orang, untuk memberi tahu mereka; ‘saya menyerang kalian semua, dan saya tidak membedakan antara ini dan itu.'”
Dia memastikan pendirian Yaman “tetap teguh, baik secara resmi maupun publik, sesuai dengan tujuannya untuk melakukan apa yang lebih kuat dan lebih besar, mengembangkan kemampuan militernya lebih jauh, dan terus mendukung rakyat Palestina dengan tekad dan tekad.”
Mengenai obsesi Israel terhadap Lebanon dan Suriah, pemimpin Ansarullah menjelaskan bahwa rezim Zionis itu menginginkan kedua negara Arab itu tercetak “sesuai model yang fungsinya adalah menerima perintah Israel dan Amerika.”
Dia memperingatkan apa yang dia sebut “kebodohan dan keruntuhan moral” dan “layanan terhadap Isael” terkait dengan upaya pemerintah Lebanon melucuti senjata kubu perlawanan sebagaimana juga dilakukan oleh sejumlah rezim Arab, padahal Israel berencana Israel menyerang mereka.
Mengenai kontinyuitas perang genosida Israel di Jalur Gaza, Sayyid Al-Houthi menyatakan pasukan Zionis terus menggunakan “taktik jebakan maut, bersama AS, dengan tujuan genosida” namun dengan label kemanusiaan ketika menggunakan nama “Yayasan Kemanusiaan Gaza” dengan kedok penyaluran bantuan, padahal terlibat kejahatan dan agresi.
Dia juga memperingatkan Bapak Al-Houthi bahwa Israel “melanjutkan rencananya untuk menyerang Masjid Al-Aqsa dan tanah pendudukan Al-Quds,” dan bahwa faktor terbesar yang mendorong Israel dalam hal ini adalah “kelambanan dan kolusi Arab.” (mm/almayadeen)