Sanaa, LiputanIslam.com –Israel kembali melancarkan gelombang serangan udara masif di Sanaa, ibu kota Yaman, dengan sasaran permukiman padat penduduk dan infrastruktur penting, termasuk fasilitas minyak, pembangkit listrik, lokasi militer, dan area istana presiden.
Gambar-gambar yang beredar di media sosial menunjukkan asap hitam tebal membubung di angkasa kota menyusul pemboman tersebut. Saksi mata melaporkan setidaknya 10 ledakan beruntun mengguncang Sanaa.
Saluran 14 Israel menyebut serangan itu sebagai operasi “skala besar” yang membidik para pemimpin senior Yaman. Kapal perang Israel dilaporkan berpartisipasi dalam serangan tersebut, sehingga menandai perluasan agresi militer secara signifikan.
Namun, sumber-sumber Yaman, termasuk pejabat Ansarullah Nasr al-Din Amer, membantah klaim bahwa para pemimpin senior menjadi sasaran, menyebut laporan tersebut “tidak berdasar”, dan menegaskan serangan itu “gagal.”
“Laporan tentang penargetan para pemimpin di Sana’a tidak berdasar,” kata Amer dalam sebuah pernyataan.
Dia memastikan tentara Yaman akan tetap melanjutkan operasi militernya dalam mendukung perjuangan Palestina.
Menyusul serangan udara tersebut, militer Israel merilis pernyataan singkat berisikan pengakuan bertanggung jawab atas serangan terhadap “instalasi militer” di Sanaa, sembari menyebutkan perihal peluncuran rudal Yaman belakangan ini ke wilayah pendudukan Israel.
Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi al-Mashat, menyatakan solidaritasnya dengan rakyat dan Angkatan Bersenjata Yaman.
Mengenai pengerahan pasukan militer AS, al-Mashat mengatakan, “Kapan pun Anda mendengar bahwa musuh, Amerika, dengan pemerintahannya yang gila, telah mengerahkan pasukan, tetaplah tenang, karena ini berarti gagalnya persenjataan mereka.”
Dia menjelaskan bahwa kapal induk AS USS Harry S. Truman kehilangan kemampuan komando dan kendali di awal perang dan menjadi tidak efektif, sehingga memaksa AS untuk mendatangkan peralatan dan persenjataan tambahan guna mempertahankan tekanan terhadap Yaman.
Al-Mashat menegaskan kembali dukungan solid Yaman kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza.
“Sikap kami dalam mendukung saudara-saudara kami di Gaza tetap teguh tak tergoyahkan. Kami tidak akan pernah mundur dari posisi kami yang berprinsip, bermoral, Islami, dan manusiawi sampai agresi terhadap Gaza berhenti dan blokade dicabut,” tandasnya.
Pasukan Yaman telah melancarkan berbagai serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Israel dan kapal-kapal sekutunya di Laut Merah, serta memposisikan diri sebagai sekutu setia Palestina di Gaza di tengah kontinyuitas serangan brutal Israel.
Sejak pecahnya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023, pasukan Yaman telah mengintensifkan operasi pembalasan mereka, bersumpah untuk terus melanjutkan hingga agresi militer dan blokae Israel terhadap Gaza berakhir.
Israel dan sekutunya, termasuk AS, telah menyerang dengan kampanye militer yang intensif yang menargetkan lokasi-lokasi strategis Yaman seperti Sanaa dan pelabuhan Hudaydah.
Infrastruktur penting, termasuk bandara dan pembangkit listrik, terkena dampak, dan memperburuk kondisi kemanusiaan. (mm/presstv)