Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, menyatakan musuh Iran berusaha menciptakan perpecahan setelah gagal mengalahkan negara republik Islam ini melalui perang, dan karena itu dia menekankan keharusan menjaga persatuan nasional dan mendukung para pejabat.
Dalam pidatonya pada majelis duka cita peringatan kesyahidan Imam Ali Ridhadi Teheran pada hari Minggu (24/8, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei di depan ribuan hadirin dari berbagai lapisan masyarakatmengatakan, “Perisai solidaritas yang tak terkalahkan antara rakyat, pejabat, dan Angkatan Bersenjata tidak boleh dirusak.”
Dia menilai bangsa Iran selama ini teguh melawan sepak terjang keji Amerika Serikat (AS), pantang tunduk, dan akan terus melawan dengan sepenuh kekuatan.
Menurutnya, setelah gagal di jalur militer, musuh menyadari Iran tidak dapat dipaksa tunduk melalui perang, dan karena itu mereka lantas berusaha merongrong Iran dengan perselisihan.
Seperti diketahui, agresi militer Israel-AS menerjang Iran selama 12 hari pada Juni lalu di mana serangan balik Iran terhadap Israel berhasil melumpuhkan sistem pertahanan Israel sehingga kemudian AS mengumumkan gencatan senjata secara sepihak.
Menurut Ayatollah Khamenei, seluruh rakyat Iran, termasuk kaum intelektual dan tokoh media, perlu menjaga persatuan yang telah dicapai pascaperang dan mendukung para pelayan publik, khususnya “presiden yang pekerja keras dan tak kenal lelah”.
Menanggapi pertanyaan tentang faktor permusuhan AS terhadap Iran, Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa masalah ini melampaui penjelasan sederhana dan telah berlangsung selama lebih dari empat dekade di bawah pemerintahan yang silih berganti di AS.
Dia menjelaskan bahwa Washington selama ini berusaha menutupi permusuhannya dengan menggunakan kedok semisal isu terorisme, HAM, isu-isu perempuan, atau demokrasi, namun presiden AS saat ini, Donald Trump, telah secara terbuka mengungkapkan alasan sebenarnya.
“Dia (Trump) mengatakan, ‘konfrontasi kami dengan Iran adalah karena kami ingin Iran patuh kepada Amerika’” ujar Pemimpin Besar Iran, sembari menyebut keinginan Trump ini merupakan penghinaan bagi bangsa Iran dengan sejarah, kehormatan, dan pencapaiannya yang panjang.
“Amerika ingin Iran berada di bawah kendalinya, dan bangsa Iran sangat tersinggung oleh desakan itu dan akan terus menentang keras mereka yang menginginkannya,” imbuhnya.
Dia juga mengkritik mereka yang mengatakan bahwa negosiasi langsung dengan Washington dapat menyelesaikan masalah negara, dan mengatakan bahwa pandangan demikian itu dangkal.
Mengenai Israel secara khusus, Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa kecaman lisan oleh pemerintah Barat terhadap rezim Zionis itu tidaklah cukup, sehingga dia mendesak Barat menempuh langkah-langkah konkret untuk menghentikan segala bentuk dukungan kepada Israel.
Dia memuji tindakan Yaman terhadap Israel, menyebutnya sebagai respon yang “tepat”, dan menegaskan kembali kesiapan Iran mengambil segala langkah yang memungkinkan guna mendukung perjuangan melawan Israel yang didukung AS dan Barat. (mm/presstv)