Beirut, LiputanIslam.com – Faksi-faksi Palestina di Lebanon menyatakan bahwa insiden penyerahan senjata di kamp pengungsi Burj al-Barajneh merupakan masalah organisasi yang melibatkan gerakan Fatah dan tidak ada hubungannya dengan isu senjata Palestina di kamp-kamp tersebut.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (21/8), faksi-faksi itu menjelaskan, “Beberapa media telah menyebarkan laporan tentang niat penyerahan senjata di kamp-kamp Palestina, khususnya di kamp Burj al-Barajneh. Kami, faksi-faksi Palestina di Lebanon, harus dengan tegas mengonfirmasi bahwa berita ini sepenuhnya salah dan tidak faktual.”
Mereka mengklarifikasi bahwa apa yang terjadi di dalam kamp Burj al-Barajneh merupakan masalah internal organisasi gerakan Fatah, dan sama sekali tidak terkait dengan isu senjata Palestina di kamp-kamp tersebut.
“Kami, faksi-faksi Palestina di Lebanon, menegaskan komitmen kami yang berkelanjutan terhadap keamanan dan stabilitas kamp-kamp kami dan sekitarnya, dan menegaskan kembali komitmen penuh kami terhadap hukum Lebanon dan penghormatan kami terhadap kedaulatan negara dan lembaga-lembaganya, seraya berupaya memperkuat hubungan persaudaraan antara rakyat Palestina kami dan rakyat kami di Lebanon,” ungkap mereka.
Mereka menambahkan, “Senjata akan selalu menjadi senjata yang terkait dengan hak untuk pulang dan perjuangan Palestina untuk mendapat keadilan. Senjata-senjata itu akan tetap ada selama pendudukan masih berlangsung di tanah Palestina, dan senjata-senjata itu hanya akan digunakan untuk menghadapi musuh, Zionis, hingga rakyat kami meraih hak mereka untuk pulang, memperoleh kebebasan, dan membentuk negara merdeka mereka di negeri mereka.”
Sebelumnya, juru bicara kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeineh, mengumumkan bahwa kesepakatan telah dicapai dengan Lebanon untuk memulai penyerahan senjata yang disimpan di kamp-kamp Palestina kepada tentara Lebanon sebagai titipan.
Abu Rudeineh menambahkan bahwa berbagai pihak Palestina telah melakukan gelombang pertama penyerahan senjata yang disimpan di kamp Burj al-Barajneh dan al-Bass kepada tentara Lebanon pada hari Kamis, sementara proses penyerahan di kamp-kamp lainnya akan diselesaikan secara bertahap.
Dia menjelaskan bahwa hal ini sesuai dengan pernyataan presiden yang dikeluarkan oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Lebanon Jenderal Joseph Aoun pada 21 Mei, setelah pembicaraan resmi mereka di Beirut. (mm/raialyoum)