Teheran, LiputanIslam.com – Iran dan Mesir mengutuk rencana “ilegal dan kriminal” Israel mengokupasi Kota Gaza dan merelokasi paksa penduduknya.
Dalam percakapan telepon pada hari Rabu (20/8), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan sejawatnya dari Mesir, Badr Abdelatty, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas berlanjutnya genosida di Gaza oleh rezim Israel.
Keduanya menekankan keharusan diakhirinya sesegera mungkin genosida terhadap rakyat Palestina dan urgensi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang terblokade.
Araghchi mengatakan bahwa pertemuan darurat para menteri luar negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan diadakan di kota Jeddah, Arab Saudi, pada akhir Agustus atas permintaan Iran dan beberapa negara anggota lainnya untuk membahas perkembangan terbaru di Palestina, khususnya di Jalur Gaza.
Menurutnya, pertemuan di Jeddah akan menjadi kesempatan untuk koordinasi sikap dan pengambilan langkah-langkah praktis guna membantu rakyat tertindas Palestina dan melawan agresivitas Rezim Zionis Israel, termasuk yang terkait visi “Israel Raya”, yang mencanangkan okupasi wilayah sejumlah negara Arab.
Di pihak lain, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menyebutkan upaya terbaru negaranya dan Qatar untuk mencapai gencatan senjata di Gaza.
Israel pada hari Rabu mulai mengerahkan pasukannya di pinggiran Kota Gaza sebagai persiapan untuk melaksanakan rencananya menduduki wilayah perkotaan terbesar di Jalur Gaza.
Militer Israel melaporkan peluncuran operasi militer “Gideon II”, yang merupakan lanjutan dari serangan brutal pada bulan Mei di mana Israel meningkatkan eskalasi perang genosida di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 hingga sekarang.
Pasukan perlawanan Palestina, Hamas, memperingatkan bahwa Israel akan gagal mewujudkan ambisinya.
Hamas juga menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan melanjutkan serangan tersebut, meskipun Hamas telah menyatakan persetujuannya atas proposal terbaru gencatan senjata, yang dirancang oleh Amerika Serikat dan diajukan oleh Qatar dan Mesir. (mm/presstv)