TelAviv, LiputanIslam.com – Media Israel berupa situs web Walla melaporkan bahwa para pejuang Hamas “semakin berani dalam upaya mereka menculik tentara Israel” di Jalur Gaza, dan bahwa Hamas ” dapat dengan mudah mempelajari modus operandi pasukan Israel.”
Walla membahas upaya pejuang Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, menculik tentara dari sebuah lokasi militer di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan pada hari Rabu pagi (20/8).
Upaya tersebut mengakibatkan tiga tentara terluka, salah satunya parah. Tentara Israel mengklaim dalam sebuah pernyataan bahwa dalam peristiwa ini pihaknya telah membunuh 10 pejuang al-Qassam.
Walla mengutip keterangan sumber-sumber di Komando Selatan tentara Israel bahwa “pasukan lapis baja dan infanteri di Jalur Gaza meninggalkan tugas mereka dan bergegas ke lokasi tersebut untuk menghabisi militan Palestina.”
Salah satu sumber menjelaskan, “Berdasarkan peristiwa hari ini, para pejabat di Komando Selatan telah mengkritik dan memperingatkan bahwa kehadiran pasukan yang berkepanjangan di lokasi-lokasi tertentu, terutama pasukan ini (di Khan Yunis), telah membantu Hamas mempelajari pendekatan defensif pasukan tersebut.”
Dia menambahkan, “Ada banyak pasukan lain di Gaza yang telah berada dalam kondisi stagnan selama beberapa waktu. Mereka tidak benar-benar bermanuver, jadi mudah untuk memahami rutinitas mereka.” Mereka menganggap “hasil serangan ini sangat mengkhawatirkan, karena ini bukan satu-satunya insiden.”
Sumber-sumber itu mengungkap bahwa “insiden serupa, yang tak seorang pun membicarakannya, terjadi dua hari lalu di Beit Hanoun (utara) di bawah komando Divisi ke-99,” di mana anggota Brigade Qassam berusaha menyerang pasukan Brigade Utara.
Menurut sumber yang sama, dalam kasus ini pula, penilaiannya adalah “mereka mencoba memanfaatkan peluang operasional untuk menculik tentara. Keberanian Hamas semakin meningkat.”
Mengenai operasi ini, Brigade Qassam sebelumnya pada hari Rabu mengumumkan bahwa para pejuangnya menyerang tank Merkava 4 dengan alat peledak Shawaz dan Fedayeen serta peluru Yasin 105. Mereka juga menyerbu sebuah rumah tempat tentara Israel bersembunyi dan menyerang mereka dari jarak dekat, hingga mengakibatkan “kematian dan terlukanya sejumlah tentara yang berada di dalamnya.”
Surat kabar Yedioth Ahronoth dan Otoritas Penyiaran Israel melaporkan bahwa sekitar 14 pejuang Palestina muncul dari terowongan bawah tanah dan melakukan operasi “selektif” di Khan Yunis.
Pada hari Rabu, Avi Ashkenazi, kolumnis Israel di surat kabar Maariv, menyebut operasi itu sebagai “insiden sangat serius” yang menunjukkan “kelemahan Dinas Keamanan Umum (Shin Bet).” (mm/raialyoum)