NewYork, LiputanIslam.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa lebih dari 500 anak Palestina terbunuh setiap bulan sejak Israel meningkatkan pembomannya terhadap tempat penampungan PBB di Jalur Gaza pada bulan Maret 2025.
Dana Anak-anak PBB (UNICEF) pada hari Selasa (19/8) menyatakan bahwa rata-rata lebih dari 540 anak terbunuh setiap bulan di Gaza sejak serangan Israel kembali melanda wilayah yang diblokade tersebut awal tahun ini.
Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) juga memperingatkan bahwa tempat penampungan mereka telah menjadi “ajang kematian” bagi warga sipil.
“Orang-orang mencari perlindungan di bawah bendera PBB hanya untuk tempat penampungan ini menjadi ajang kematian, termasuk bagi terlalu banyak anak-anak. Tidak ada tempat yang aman bagi anak-anak di Gaza,” bunyi pernyataan UNRWA.
UNRWA menyerukan diakhirinya agresi Israel yang sedang berlangsung dan gencatan senjata segera di seluruh wilayah Jalur Gaza.
Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, belum lama ini menyebutkan lebih dari 40.000 anak terbunuh dan terluka dalam perang genosida Israel dan blokade total terhadap Gaza.
Dalam beberapa bulan terakhir, Lazzarini telah berulang kali memperingatkan bahwa Jalur Gaza telah menjadi “kuburan” bagi anak-anak.
Badan-badan PBB telah memperingatkan dampak buruk kontinyuitas agresi militer Israel terhadap anak-anak Gaza, karena sekolah, rumah sakit, dan rumah-rumah terus-menerus menjadi sasaran serangan.
Israel telah membunuh lebih dari 62.000 warga Palestina di Gaza sejak Oktober 2023. Perang genosida telah menghancurkan Jalur Gaza, yang juga dilanda kelaparan akibat blokade.
Kelaparan telah menewaskan setidaknya 266 warga Palestina, termasuk 112 anak-anak, sejak Oktober 2023.
November tahun lalu, Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri perangnya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perangnya di Gaza. (mm/presstv)