TelAviv, LiputanIslam.com – Lebih dari satu juta orang berpartisipasi dalam aksi protes di seluruh Israel pada hari Minggu (17/8), sebagai bagian dari aksi mogok umum yang diserukan oleh keluarga tawanan dan tentara yang tewas di Jalur Gaza untuk menekan pemerintah agar menyelesaikan kesepakatan pertukaran tawanan dengan Hamas.
Otoritas Keluarga Tawanan Israel menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa lebih dari satu juta orang berpartisipasi dalam demonstrasi, protes, dan acara yang diadakan di seluruh Israel.
Pernyataan tersebut mengemuka setelah aksi mogok umum yang mencakup penutupan fasilitas vital dan perusahaan-perusahaan besar, sebagai protes terhadap apa yang disebut oleh keluarga sebagai “pengabaian pihak berwenang terhadap penderitaan para sandera dan keluarga mereka.”
Keluarga para tawanan menekankan bahwa berakhirnya aktivitas di markas “Lapangan Tawanan” di Tel Aviv tidak berarti berakhirnya gerakan melawan pemerintah.
Mereka menegaskan akan terus menyerukan partisipasi dalam aktivitas atau demonstrasi lainnya hingga para tawanan yang disekap Hamas di Jalur Gaza dipulangkan.
Dalam aksi protes tersebut para demonstran membawa spanduk bertuliskan, “Kami tidak akan membiarkan pemerintah mengorbankan (tawanan) yang diculik”.
Pada 10 Agustus, keluarga para tahanan dan tentara Israel yang tewas dalam perang mengumumkan, dalam sebuah konferensi pers di Tel Aviv, niat mereka untuk melakukan aksi mogok umum pada tanggal 17 Agustus.
Channel 12 melaporkan bahwa himpunan besar berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa sentral untuk memulangkan tahanan di pusat kota Tel Aviv, dan bahwa puluhan ribu orang berdemonstrasi menuntut kesepakatan pertukaran tawanan yang akan mengarah pada pembebasan tawanan di Jalur Gaza.
Serikat pekerja besar di Israel, termasuk Ikatan Pengacara, Ikatan Dokter, dan Forum Pengusaha, juga berpartisipasi dalam aksi mogok umum tersebut, bersama dengan berbagai universitas, termasuk Universitas Ben-Gurion di Negev (selatan), Universitas Terbuka di Tel Aviv, dan Universitas Ibrani di Al-Quds (Yerusalem) Barat.
Ratusan perusahaan swasta, distrik, dan organisasi di seluruh negeri telah bergabung dalam aksi mogok tersebut.
Surat kabar berbahasa Ibrani, Haaretz, melaporkan bahwa “puluhan seniman, selebriti, dan atlet Israel telah menyatakan dukungan dan partisipasi mereka dalam aksi mogok tersebut.”
Beberapa otoritas lokal, seperti dewan Ramat Hanegev dan Lembah Jezreel, juga bergabung dalam aksi tersebut. Serikat Pekerja Bandara Ben Gurion mengizinkan para pekerja untuk bergabung secara individu, dengan peringatan akan kepadatan dan penundaan di bandara.
Berbagai perusahaan besar telah bergabung dalam aksi mogok tersebut, termasuk Microsoft, Meta, Wix, dan Tnuva. (mm/raialyoum)