Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negara-negara di kawasan sekitar harus mewaspadai ambisi AS di Kaukasus.
Dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan pada hari Senin (11/8), Pezeshkian memperingatkan bahwa AS dapat menggunakan proyek pembangunan koridor transportasi di kawasan Kaukasus untuk mencapai tujuannya dengan kedok investasi ekonomi atau promosi perdamaian.
Dia mengatakan proyek tersebut harus menjaga kedaulatan Armenia dan mencegah intervensi militer dan keamanan asing.
“Harus dipastikan bahwa koridor ini benar-benar akan menjadi jalur perdamaian dan pembangunan, bukan alat untuk mewujudkan tujuan hegemoni kekuatan asing,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Republik Islam Iran, sebagai pelabuhan perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan, menyambut baik setiap perjanjian yang mengarah pada promosi perdamaian, terutama di antara negara-negara di kawasan.”
Azerbaijan dan Armenia menandatangani perjanjian damai yang ditengahi AS pada 8 Agustus dalam pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump setelah ketegangan terjadi selama sekian dekade terkait dengan wilayah sengketa Karabakh.
Wilayah ini selalu diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan.
Pasukan Azerbaijan merebut kembali wilayah tersebut melalui serangan 24 jam pada September 2023.
Iran menengarai adanya ambisi lama Inggris dan AS untuk memperluas pengaruh mereka dari Kaukasus ke Asia Tengah, dan ini dinilai sebagai strategi untuk mendominasi tiga negara regional sambil mengisolasi Iran dan Rusia.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada 10 Agustus bahwa Teheran menyambut baik setiap perjanjian damai antara Armenia dan Azerbaijan.
Dia mengatakan, “Kami menyerukan pemeliharaan kedaulatan penuh semua negara di kawasan atas wilayah mereka dan mempertahankan integritas teritorial semua negara di kawasan. Kami juga mempertahankan perbatasan internasional dan tidak menerima perubahan apa pun terhadapnya.” (mm/presstv)