Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut Rezim Zionis Israel dan para pendukungnya sebagai kalangan yang tak beragama, tak jantan dan tidak pula merdeka, serta tidak segan-segan membantai anak-anak kecil yang tak berdosa di Jalur Gaza, sementara negara-negara Barat yang selalu mengaku peduli HAM malah menyebut kaum Zionis sebagai pihak yang membela diri.
Dalam kata sambutannya pada acara peringan hari jadi Jihad Akademik, Sabtu (9/8), Presiden Pezeshkian menyinggung kegigihan musuh-musuh Iran dalam berupaya merongrong negara republik Islam ini maupun terhadap bangsa-bangsa sekitarnya.
“Contohnya nyata dari permusuhan ini kita lihat dalam berbagai kejahatan tragis dan tak berprimanusiaan yang dilakukan di kawasan. Sungguh naif, sebuah negara yang membela martabatnya dan melawan para agresor malah dituduh sebagai teroris oleh pihak-pihak yang justru menyediakan semua peralatan dan kemampuan yang dimiliki entitas kriminal (Israel) untuk – menyalahi semua konvensi dan hukum internasional – melakukan pembantaian terhadap perempuan dan anak-anak tak berdosa di Gaza dan lain-lain. Kemudian, mereka berkoar tentang perdamaian, keamanan, dan HAM. Ini merupakan tipu daya yang memalukan,” terangnya.
Mengenai upaya penyesatan opini yang dilakukan oleh media pendukung entitas Zionis, Pezeshkian mengatakan: “Mereka menampilkan gambar seorang tawanan Zionis yang menderita malnutrisi akibat blokade makanan dan obat-obatan yang diberlakukan oleh entitas Zionis di Gaza, dan kemudian beberapa orang yang mengaku sebagai pakar HAM menuduh faksi-faksi perlawanan melanggar HAM, tanpa menyebutkan siapa yang memblokir akses air, makanan, dan obat-obatan bagi perempuan dan anak-anak tak berdosa di sana. Mana organisasi-organisasi HAM internasional? Benarkah mereka memiliki pemahaman dan kesadaran tentang HAM?”
Dia lantas menegaskan, “Rezim Zionis dan para pendukungnya tidak beragama, tidak jantan, tidak pula merdeka. Mereka memraktikkan kriminalitas itu sendiri terhadap anak-anak tertindas Gaza. Sayang sekali, negara-negara Barat yang mengaku peduli HAM malah menyebut para penjahat itu sebagai pihak yang membela hak-haknya.” (mm/alalam)