Teheran – Seorang pejabat senior Iran mengatakan negara ini akan menentang pembentukan koridor transportasi dan energi yang dikontrol AS di Armenia, yang menurutnya akan menimbulkan risiko serius bagi stabilitas regional.
Ali Akbar Velayati, penasihat senior Pemimpin Besar Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, mengatakan bahwa Iran akan memblokir pembentukan apa yang disebut koridor Zangezur, yang bertujuan menghubungkan Azerbaijan dengan eksklavenya di Nakhchivan melalui wilayah Armenia.
“Keamanan di Kaukasus Selatan dipertaruhkan dengan implementasi rencana ini … dan Iran telah menekankan bahwa dengan atau tanpa Rusia, Iran akan bergerak untuk (menjaga) stabilitas di Kaukasus Selatan,” kata Velayati kepada kantor berita Tasnim, Sabtu (9/8).
Menurutnya, Iran yakin Rusia secara strategis juga menentang rencana pembentukan koridor yang dikontrol AS di Armenia.
Berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani antara Azerbaijan dan Armenia di Washington pada hari Jumat, Armenia memberikan hak eksklusif kepada AS untuk mengembangkan koridor di provinsi selatan Syunik, yang berbatasan dengan Iran, untuk menghubungkan Azerbaijan dengan Nakhchivan.
Iran telah lama menentang gagasan tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu akan mengubah tatanan geopolitik Kaukasus Selatan dan akan membatasi kemampuan Iran untuk menggunakan jaringan transportasi di kawasan tersebut.
Dia mengatakan bahwa pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang koridor transportasi sebagai cara untuk membangun perdamaian di kawasan itu “tidak berarti”.
Velayati, yang pernah menjabat sebagai menteri luar negeri Iran dari tahun 1981 hingga 1997, mengatakan bahwa proyek tersebut akan menyebabkan disintegrasi Armenia dan ditentang oleh rakyat di negara itu.
Dia menilai koridor tersebut juga akan menyebabkan peningkatan kehadiran AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di kawasan tersebut.
“Kami tidak akan membiarkan NATO mendekati perbatasan utara Iran,” tegasnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran merilis pernyataan menyusul perkembangan di kawasan Kaukasus dan kesepakatan yang dimediasi AS dan dicapai pada hari Jumat antara Republik Azerbaijan dan Armenia.
Dalam pernyataan tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pembangunan jalur komunikasi, penghapusan blokade, dan pembukaan jaringan komunikasi akan mendukung stabilitas, keamanan, dan pembangunan ekonomi negara-negara di kawasan, dengan syarat hal ini dilakukan dalam kerangka kepentingan bersama, penghormatan terhadap kedaulatan nasional dan integritas wilayah negara-negara di kawasan, serta tanpa campur tangan asing. (mm/presstv/alalam)