Sanaa – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pasukan nirawaknya telah melaksanakan tiga operasi serangan terhadap tiga target di wilayah pendudukan Palestina.
Operasi tersebut menyasar Bandara Ben Gurion di wilayah Jaffa dan dua target vital lain di wilayah Beersheba dan Ashkelon di Palestina.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (8/8), juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree memastikan tiga operasi tersebut berhasil mencapai tujuannya, dan menekankan bahwa operasi tersebut dilakukan demi membela rakyat tertindas Palestina yang dan merupakan balasan atas kejahatan genosida dan pelaparan.
Ditujukan kepada segenap bangsa Arab dan Islam, Saree juga menyoal, “Jika kalian tidak bersama saudara-saudara kalian di Palestina ketika sekarang mereka menderita kelaparan, lantas kapan lagi kalian akan bersama mereka?”
Dia menambahkan, “Kita menghadapi kejahatan genosida yang pasti tidak akan dilupakan oleh sejarah, dan sejarah pasti tidak akan melupakan pendirian para pengecut dan konspirator dalam melakukan kejahatan genosida di Gaza.”
Angkatan Bersenjata Yaman kembali memperingatkan semua perusahaan yang bertransaksi di pelabuhan-pelabuhan Palestina pendudukan bahwa kapal-kapal mereka ke manapun berlayar akan menjadi target serangan pasukan Yaman.
“Perusahaan-perusahaan yang bertransaksi di pelabuhan-pelabuhan Palestina pendudukan harus segera menghentikan semua transaksi dengan Israe;, demi menjaga keselamatan kapal dan awak mereka,” ungkap Saree.
Pasukan Yaman melancarkan serangan terus-menerus terhadap Israel untuk mendukung Gaza, menggunakan rudal dan drone, dan juga menargetkan kapal-kapal yang terkait dengannya atau yang menuju ke arahnya.
Pada 27 Juli, mereka memutuskan untuk meningkatkan operasi maritimnya terhadap Israel dengan “menyerang semua kapal milik perusahaan mana pun yang bertransaksi di pelabuhan Israel, terlepas dari kewarganegaraan perusahaan tersebut,” demi membela Jalur Gaza, yang telah menjadi sasaran perang genosida sejak 7 Oktober 2023.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel, dengan dukungan AS, telah melakukan genosida di Gaza, termasuk pembunuhan, kelaparan, penghancuran, dan pengungsian paksa, sembari mengabaikan semua seruan internasional dan perintah dari Mahkamah Internasional untuk menghentikan kampanye tersebut.
Genosida tersebut sejauh ini telah menggugurkan 61.330 warga Palestina dan melukai 152.359 orang, sebagian besar anak-anak dan perempuan, serta menyebabkan lebih dari 9.000 orang hilang, ratusan ribu orang mengungsi, dan menimbulkan kelaparan yang merenggut banyak nyawa. (mm/alalam/raialyoum)