Kairo, LiputanIslam.com – Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menegaskan bahwa perang di Jalur Gaza bukan lagi perang untuk mencapai tujuan politik atau membebaskan sandera, melainkan perang pelaparan, genosida, dan pembasmian cita-cita Palestina.
Hal ini disampaikan dalam pidato yang disampaikan oleh Presiden Mesir pada hari Selasa (5/8) saat konferensi pers bersama Presiden Vietnam, Luong Cuong, yang sedang mengunjungi Kairo, ibu kota Mesir.
“Perang Gaza bukan lagi perang untuk mencapai tujuan politik atau membebaskan sandera, melainkan perang kelaparan, genosida, dan penghancuran perjuangan Palestina,” kata el-Sisi.
“Ada lebih dari 5.000 truk bantuan di wilayah Mesir yang siap memasuki Gaza, namun pihak Israel mengendalikan dan menempatkan pasukannya di sisi Palestina dari pintu perbatasan tersebut,” sambungnya.
Dia juga menegaskan, “Mesir akan tetap menjadi pintu gerbang permanen untuk bantuan, bukan pintu gerbang untuk pengungsian, dan tidak bersedia menerima atau menerima pengungsian warga Palestina.”
El-Sisi menambahkan, “Saya menegaskan kembali seruan saya kepada dunia, negara-negara Eropa, dan Presiden (AS) Donald Trump untuk menghentikan perang.”
Dia menekankan bahwa Palestina sedang menghadapi “genosida sistematis” dan bahwa “nyawa rakyat Palestina kini digunakan sebagai alat tawar-menawar politik, sementara hati nurani manusia dan komunitas internasional hanya berdiam diri dan menyaksikan apa yang terjadi.”
Presiden Mesir menyatakan demikian di tengah merebaknya bocoran informasi mengenai rencana pemerintahan Benjamin Netanyahu untuk menduduki kembali “seluruh Gaza.”
Pada hari Senin, para pejabat Israel mengatakan bahwa Netanyahu telah memutuskan untuk “menduduki sepenuhnya” Jalur Gaza dan memperluas aksi militer, dengan lampu hijau dari AS, terhadap Hamas di wilayah-wilayah yang diyakini menjadi tempat tawanan Israel ditahan.
Sementara itu, sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, pada hari Selasa mengumumkan pihaknya telah menewaskan dan melukai sejumlah tentara Israel setelah dalam serangan ke sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja di timur laut Khan Yunis di Jalur Gaza selatan.
Dalam sebuah unggahan di Telegram, Brigade Al-Qassam menyatakan bahwa para pejuangnya “meledakkan bom barel berdaya ledak tinggi ke sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja Zionis di wilayah Al-Zana di timur laut Khan Yunis, menewaskan dan melukai orang-orang di dalamnya.”
Brigade tersebut menambahkan, “Para pejuang kami melihat sebuah helikopter Israel mendarat di lokasi tersebut untuk evakuasi.” (mm/raialyoum)