Beirut, LiputanIslam.com – Tentara Yaman menyatakan pihaknya telah menyerang target sensitif di wilayah pendudukan Palestina sebagai balasan atas perang genosida Rezim Zionis Israel di Gaza dan serangan ke kompleks Masjid al-Aqsa di Al-Quds Timur
Juru bicara militer Yaman, Brigjen Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa pasukan rudal Yaman menggunakan rudal balistik hipersonik Palestine-2 dalam serangannya ke Bandara Internasional Ben Gurion pada hari Selasa (5/8).
Menurutnya, operasi tersebut berhasil mencapai tujuan yang diinginkan, dan membuat ratusan ribu pemukim ilegal Zionis berhamburan mencari tempat perlindungan.
“Biarkan musuh tahu bahwa bangsa Yaman kita yang agung, dengan sejarahnya yang gemilang, budaya religiusnya, prinsip-prinsipnya yang autentik, dan nilai-nilainya yang mengakar kuat, akan melanjutkan pendiriannya yang berbasis pada keyakinan dalam mendukung rakyat Palestina yang tertindas.
“Di jalan ini, rakyat Yaman akan tetap tenang menghadapi potensi ancaman, terlepas dari seberapa mengerikan dan seberapa parah dampaknya,” tegas Saree.
Dia berjanji bahwa tentara Yaman akan melanjutkan operasi militernya terhadap Israel hingga agresi dan blokade terhadap Gaza dihentikan.
Menurut media Israel, serangan rudal terbaru dari Yaman memicu sirene di sektor tengah wilayah yang diduduki serta al-Quds yang diduduki pada Selasa pagi.
Serangan rudal tersebut menyebabkan kepanikan yang meluas di antara para pemukim ilegal, dan mendorong ratusan ribu dari mereka untuk mencari tempat perlindungan.
Layanan tanggap darurat Magen David Adom (MDA) Israel tidak melaporkan adanya cedera langsung akibat serangan tersebut atau dampak dari puing-puing.
Militer kemudian mengklaim bahwa sistem rudal anti-udara mereka “mencegat” rudal tersebut.
Perkembangan ini terjadi dua hari setelah militer Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan udara terhadap posisi-posisi Israel, menggunakan tiga pesawat tanpa awak (drone). (mm/presstv)