Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman, Sayyid Abdul Malik al-Houthi, dalam pidatonya mingguannya pada hari Kamis (31/7) memastikan pasukan Yaman akan terus membela Gaza, dan bahwa pengumuman mereka mengenai operasi pembelaan tahap keempat merupakan langkah penting di tengah memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.
Dia menjelaskan bahwa tahap keempat, yang diumumkan Angkatan Bersenjata Yaman tiga hari sebelumnya, mencakup penargetan kapal-kapal perusahaan mana pun yang berbisnis dengan Israel.
Dia juga menyebutkan bahwa dalam pekan ini mereka telah melancarkan “10 operasi rudal dan pesawat nirawak, yang antara lain menyasar Bandara Lod (Ben Gurion).”
Minggu lalu, Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan keputusan mereka meningkatkan operasi militer terhadap Israel, dan menegaskan bahwa mereka telah memulai tahap keempat blokade terhadap Israel yang mereka sebut “musuh”.
Juru bicara militer Yaman kubu Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, saat itu mengatakan bahwa fase keempat pembelaan tersebut mencakup “penargetan semua kapal milik perusahaan mana pun yang bertransaksi dengan pelabuhan pihak musuh, di mana pun mereka dapat menjangkaunya.”
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Saree mengonfirmasi bahwa perusahaan yang mengabaikan peringatan akan diserang, terlepas dari tujuan atau kewarganegaraan mereka.
“Angkatan Bersenjata Yaman memperingatkan semua perusahaan untuk berhenti bertransaksi dengan pelabuhan Israel, terhitung sejak pernyataan ini diumumkan. Jika mereka tidak merespon maka kapal mereka, terlepas dari tujuannya, akan ditargetkan di mana pun mereka dapat dijangkau oleh rudal dan drone kami.”
Saree memperingatkan, “Semua negara jika ingin menghindari eskalasi ini harus menekan musuh untuk menghentikan agresinya dan mencabut blokade di Jalur Gaza. Tidak ada orang bebas di bumi ini yang dapat menerima apa yang sedang terjadi.”
Dalam perkembangan terbaru, Saree pada hari Kamis mengumumkan keberhasilan pelaksanaan tiga operasi militer pasukan pesawat nirawak, yang membidik tiga target penting musuh Israel dengan lima unit drone. Tiga target itu ialah lokasi sensitif di wilayah dengan dua drone, situs militer di wilayah Ashkelon dengan dua drone, dan situs militer di wilayah Negev dengan sebuah drone.
Pekan lalu, Sayyid al-Houthi menyatakan pihaknya sedang mempertimbangkan opsi eskalasi tambahan untuk mendukung warga Palestina di Gaza, seiring berlanjutnya operasi maritim pasukan Yaman terhadap kapal-kapal milik atau yang menuju Israel.
Dalam pidatonya mengenai perkembangan terbaru agresi di Jalur Gaza, dia mengatakan bahwa pendirian resmi dan populis mereka, di semua tingkatan, akan mengerahkan segala upaya untuk mendukung rakyat Palestina.
Dia menyebutkan ihwal pengembangan kemampuan militer Yaman yang berkelanjutan agar lebih efektif dalam “menghukum dan menekan musuh.”
Dia juga mengonfirmasikan kontinyuitas “larangan pelayaran bagi Israel” dan bahwa pelabuhan Umm al-Rashrash (Eilat) telah kembali ditutup total, yang menurut Sayyid Al-Houthi, telah menyebabkan kerugian signifikan bagi Israel. (mm/raialyoum/alalam)