Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pihaknya telah mengebom Bandara Ben Gurion di dekat Tel Aviv dengan rudal balistik hipersonik Palestine 2, dan bahwa operasi tersebut “berhasil mencapai tujuannya.”
“Pasukan rudal angkatan bersenjata Yaman telah melakukan operasi militer kualitatif yang menyasar Bandara Lod (Ben Gurion) di wilayah pendudukan Jaffa dengan rudal balistik hipersonik Palestine 2,” ungkap jubir Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi pada Selasa malam (29/7).
“Operasi tersebut berhasil mencapai tujuannya, menyebabkan jutaan orang berhamburan ke tempat perlindungan dan melumpuhkan aktivitas bandara,” lanjutnya.
Dia menegaskan bahwa operasi ini merupakan “pembelaan untuk rakyat tertindas Palestina dan balasan atas genosida Zionis terhadap saudara-saudara kami di Jalur Gaza.”
Dia menambahkan, “Yaman, beserta rakyat, para pemimpin, dan tentaranya, terus melanjutkan operasinya untuk mendukung saudara kami orang Palestina yang tertindas dan kelaparan, guna mendukung perlawanan teguh, dan untuk memperkuat kesolidan mereka dalam menghadapi blokade dan agresi ini sendirian, tanpa dukungan atau bantuan.”
Sebelumnya pada Selasa malam, militer Israel mengklaim telah mencegat sebuah rudal Yaman, yang memicu sirene serangan udara di wilayah Tel Aviv dan Al-Quds sehingga jutaan orang terpaksa masuk ke tempat-tempat perlindungan.
Untuk mendukung Gaza, pasukan Yaman telah melancarkan serangan terus-menerus terhadap Israel menggunakan rudal dan drone, menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel atau yang sedang menuju ke Palestina pendudukan.
Pada hari Minggu, pasukan Yaman memutuskan untuk meningkatkan operasi militer angkatan lautnya terhadap Israel dengan “menyerang semua kapal milik perusahaan mana pun yang bertransaksi di pelabuhan-pelabuhan Israel” untuk mendukung Jalur Gaza, yang telah menjadi sasaran perang genosida sejak 7 Oktober 2023.
Israel, dengan dukungan AS, melanjutkan perangnya di Gaza, hingga menjatuhkan korban jiwa dan luka lebih dari 206.000 warga Palestina, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan kaum perempuan, serta menyebabkan lebih dari 9.000 orang hilang. Selain itu, ratusan ribu orang mengungsi, dan kelaparan akibat blokade Israel juga telah merenggut banyak nyawa. (mm/raialyoum)