Gaza, LiputanIslam.com – Sedikitnya 88 orang gugur syahid, termasuk 40 pencari bantuan di Gaza sejak Senin dini hari (28/7) akibat serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza.
Di Jalan Rashid, barat laut Kota Gaza, pendudukan menyerang konvoi bantuan hingga menggugurkan 11 orang.
Kantor Media Pemerintah di Gaza menjelaskan bahwa pasukan pendudukan membuka pintu masuk bantuan setelah mengonfirmasi kesyahidan para anggota konvoi tersebut. Bantuan tersebut telah jatuh ke tangan geng-geng kriminal yang berada di bawah perlindungan langsung pasukan pendudukan.
Kantor tersebut mengonfirmasi bahwa pasukan pendudukan melakukan pembantaian secara kompleks, pertama-tama menolak truk masuk dan kemudian menargetkan titik-titik konvoi bantuan.
Kantor Media Pemerintah di Jalur Gaza menyebutkan bahwa 87 truk bantuan memasuki Gaza pada hari Senin, namun sebagian besar truk tersebut dijarah dengan keterlibatan langsung dan sistematis Israel.
Disebutkan bahwa bantuan udara terbatas yang dilakukan tidak melebihi setengah truk, itupun “jatuh di zona pertempuran merah di sebelah timur permukiman Tuffah dan Jabalia.”
Kantor itu menyerukan intervensi internasional segera dan mekanisme PBB yang netral untuk distribusi bantuan, “dengan cara yang mematuhi prinsip-prinsip aksi kemanusiaan.”
Dalam serangan Israel yang sedang berlangsung, pasukan pendudukan Zionis menyerang warga yang menunggu bantuan di dekat Persimpangan Nabulsi, sebelah barat Kota Gaza, melukai sekitar 70 orang.
Pasukan Zionis juga melancarkan penembakan artileri di permukiman Zeitoun dan Shuja’iyya, sebelah timur Kota Gaza, dan menjatuhkan bom cahaya di langit di atas permukiman tersebut.
Satu orang gugur dan lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel yang menyasar permukiman Al-Sabra, selatan Kota Gaza.
Di Jalur Gaza bagian tengah, pasukan pendudukan menargetkan bagian utara kamp pengungsi Nuseirat dengan tembakan artileri dan senapan mesin berat. Lima orang, termasuk dua anak-anak, gugurdi kamp tersebut ketika pendudukan menargetkan sebuah tenda yang menampung para pengungsi.
Serangan udara juga dilancarkan di kota Al-Sawarha, sebelah barat Nuseirat, dan satu lagi di bagian timur kamp pengungsi Al-Bureij.
Serangan Israel di Jalur Gaza selatan terbatas, dengan 16 orang gugur dan puluhan lainnya luka-luka di antara warga yang menunggu bantuan setelah pendudukan menargetkan mereka di dekat poros Morag, utara Rafah.
Seorang anak gugur akibat penembakan Israel di kota Abasan al-Kabira, sebelah timur Khan Yunis. Seorang perempuan juga gugur akibat luka-luka akibat penembakan Israel di wilayah al-Mawasi di sebelah barat kota, dan tiga orang lainnya gugur dan terluka dalam serangan udara di sebuah tenda kedua.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan jumlah korban jiwa akibat perang genosida Israel di Jalur Gaza bertambah menjadi 59.921 orang, dan korban luka 145.233 orang, sejak 7 Oktober 2023.
Jumlah korban sejak pasukan Zionis melanjutkan perang genosida pada 18 Maret telah mencapai 8.755 gugur dan 33.192 luka-luka. (mm/almayadeen)