Tel Aviv, LiputanIslam.com – Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak menilai Israel dan Zionisme sedang mengalami keruntuhan. Bersamaan dengan ini, Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, melontarkan pernyataan satir bahwa penduduk Gaza tidak benar-benar kelaparan.
“Israel yang kita kenal dan visi Zionis sedang runtuh, dan kita harus menghadapi kenyataan dengan berani,” kata Ehud Barak pada hari Jumat (25/7).
Dia juga menyebut Israel sedang menjadi negara paria di dunia, dan mayoritas rakyat telah kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah.
“Tentara Israel telah mencapai prestasi besar di Lebanon, Iran, dan Suriah, tetapi kita terjebak dalam perang atrisi di Jalur Gaza,” sambungnya.
Mengenai situasi di Israel, Barak mengatakan, “Darah sedang tertumpah, keluarga para prajurit cadangan sedang runtuh, dan tentara yang diculik telah ditinggalkan di altar untuk tetap berkuasa.”
Dia menambahkan bahwa satu-satunya gerakan yang dapat menyelamatkan Israel adalah “pembangkangan sipil dan pemogokan umum hingga pemerintahan diganti atau perdana menterinya mengundurkan diri,” merujuk pada Benjamin Netanyahu, yang menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional atas kejahatan perang di Gaza.
Barak mengatakan bahwa ketika seluruh Israel lumpuh, pemerintah akan tunduk pada kehendak rakyat dan menggantinya dengan yang lebih baik.
“Ketika satu juta orang Israel turun ke jalan, pemerintah akan jatuh, dan sudah saatnya bagi kita semua untuk turun ke jalan sepanjang minggu,” serunya.
Sejak 7 Oktober 2023, dengan dukungan AS, Israel telah melancarkan perang genosida di Gaza, termasuk pembantaian, pelaparan, penghancuran, dan pemindahan paksa, sembari mengabaikan semua seruan internasional dan perintah dari Mahkamah Internasional untuk menghentikannya.
Perang genosida terhadap rakyat Palestina ini telah menggugurkan lebih dari 203.000 orang, sebagian besar anak-anak dan perempuan serta menyebabkan lebih dari 10.000 orang hilang, ratusan ribu orang mengungsi, dan menimbulkan bencana kelaparan yang telah merenggut nyawa banyak orang, termasuk anak-anak.
Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, pada hari Jumat mengklaim “tidak ada kelaparan nyata di Jalur Gaza”.
Pemimpin Partai Kekuatan Yahudi ini membela tindakan pemerintah Benjamin Netanyahu yang mencegah bantuan kemanusiaan mencapai warga Palestina di Gaza. Ben-Gvir telah lama menyerukan pencegahan bantuan memasuki Gaza, okupasi seluruh Jalur Gaza, pembangunan permukiman di sana, dan penggusuran penduduk Palestina.
Dalam sebuah unggahan di platform X, Ben-Gvir mengatakan, “Tidak ada kelaparan yang nyata di Gaza. Jika mereka lapar, mereka pasti sudah memulangkan para sandera.” Dia menambahkan, “Saya mendukung Hamas yang kelaparan di Gaza.” (mm/raialyoum)