Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan kembali pendirian Iran mengenai program nuklirnya, dan menekankan hak negara republik Islam ini, termasuk dalam pengayaan uranium, untuk mengembangkan energi nuklir sipil.
Pernyataan itu dia kemukakan dalam pertemuan dengan keluarga Mayjen Mohammad Bagheri di Teheran pada hari Kamis (24/7), menjelang putaran keenam perundingan dengan Jerman, Prancis, Inggris, dan Uni Eropa, yang dijadwalkan akan berlangsung di Istanbul pada hari ini, Jumat (25/).
“Dunia harus tahu bahwa kami akan terus teguh membela hak-hak bangsa Iran dalam energi nuklir damai, khususnya pengayaan,” kata Araghchi.
Dia menambahkan bahwa setelah AS dan Israel melancarkan agresi terhadap Iran beberapa waktu lalu, yang menggugurkan sejumlah komandan militer Iran, termasuk Mayjen Bagheri serta sejumlah ilmuwan dan banyak warga sipil pada 13 Juni, pihak-pihak internasional harus memahami pendirian tegas Iran.
“Pengayaan kami akan berlanjut; kami tidak akan melepaskan hak ini,” tegasnya.
Seperti diketahui, lebih dari seminggu setelah agresi Israel, AS melibatkan dirinya dalam konflik dengan mengebom tiga lokasi nuklir Iran, suatu tindakan yang merupakan pelanggaran berat terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
AS dan rezim Israel telah berulang kali menyerukan penghentian total kegiatan pengayaan uranium Iran, namun Teheran mempertahankan hak kedaulatannya untuk terlibat dalam pengayaan nuklir untuk tujuan damai dan sipil.
Araghchi memastikan kesiapan Iran memajukan program nuklirnya dalam kerangka yang logis dan masuk akal, dengan tujuan membangun kepercayaan dengan negara-negara terkait. Namun, dia juga mengingatkan bahwa kepercayaan tersebut harus bersifat timbal balik, dengan menghormati hak Iran atas energi nuklir damai, termasuk pengayaan.
Araghchi menyebut perundingan mendatang sebagai kelanjutan dari diskusi sebelumnya. Dia menegaskan pendirian Iran tetap jelas dan tidak berubah.
“Dunia harus tahu bahwa pendirian kami jelas dan tidak berubah,” ujarnya.
Pertemuan di Istanbul ini merupakan kelanjutan dari serangkaian perundingan, termasuk putaran kelima yang diadakan pada bulan Mei di kota yang sama. Diskusi sebelumnya telah berlangsung di New York dan Jenewa, dengan pertemuan tingkat menteri di Jenewa pada 20 Juni.
Meskipun menghadapi tantangan, termasuk serangan udara Israel baru-baru ini terhadap fasilitas nuklir Iran, Araghchi menegaskan kembali komitmen Iran terhadap hak nuklirnya dan kesediaannya untuk terlibat dalam dialog konstruktif berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan nasional. (mm/presstv)