Washington, LiputanIslam.com – Surat kabar Washington Post (WP) memastikan bahwa penutupan terakhir pelabuhan Eliat (Umm al-Rashrash) mencerminkan efektivitas dan kekuatan serangan militer Yaman.
Dalam laporan ekstensif yang diterbitkan pada hari Senin (21/7), WP mencatat bahwa pernyataan pejabat Israel mengenai kelumpuhan pelabuhan itu secara nyaris total jelas menunjukkan “kemenangan penuh bagi Yaman.”
Sembari memprediksi Yaman akan mampu memaksakan pergeseran strategis di kawasan Timteng, WP memaparkan beberapa operasi angkatan laut Yaman yang telah memaksa kapal induk AS menyingkir dan mengakibatkan tenggelamnya beberapa kapal kargo yang mencoba membandel terhadap larangan pasukan Yaman, sementara pasukan militer AS dan Barat tak berkutik.
Laporan WP menyebutkan bahwa operasi Yaman telah menunjukkan efektivitasnya sejak awal membidik pelayaran Israel pada akhir 2023, dan bahwa aktivitas pelabuan Eilat anjlok drastis hingga 90% dalam waktu singkat, sebelum kemudian lumpuh total.
Laporan tersebut juga menanggapi pesan dari Angkatan Bersenjata Yaman, yang bersumbar untuk terus melanjutkan operasi hingga agresi di Gaza berhenti dan blokade dicabut.
WP memaparkan operasi militer Yaman terhadap pelabuhan Eilat, memastikannya memperumit situasi bagi Israel, dan membuat semua upaya untuk mengoperasikan pelabuhan tersebut gagal.
“Penutupan penuh pelabuhan Eilat merupakan kemenangan strategis kualitatif bagi Yaman, tulis WP, sembari menyebutkan, “Ini juga merupakan bukti kuat akan dampak berkelanjutan dan mendalam dari serangan mereka terhadap perekonomian Israel.”
Surat kabar AS tersebut menganggap kemampuan Angkatan Bersenjata Yaman untuk menenggelamkan dua kapal beberapa waktu lalu sebagai “bukti kemampuan operasional Yaman menimbulkan kerugian material dan manusia secara langsung kepada musuh-musuh mereka.”
Mengenai kekandasan upaya AS dan Israel mengendalikan amukan pasukan Yaman, WP menekankan bahwa kegagalan upaya pemerintahan Biden dan Trump mengubah keadaan mencerminkan kemampuan Yaman untuk terus menerapkan keputusan yang menekan Israel.
“Kegagalan aliansi Amerika-Israel yang menyedihkan ini mencerminkan kekuatan Yaman dan tekad mereka untuk melanjutkan operasi dalam mendukung Palestina,” ungkap WP.
WP menutup laporannya itu dengan menilai upaya Israel untuk merelokasi aktivitas pelabuhan ke pelabuhan Mediterania bukanlah solusi yang memadai.
Sementara itu, dalam perkembangan terbaru, pasukan Yaman menyerang Bandara Ben-Gurion (Lod) di wilayah pendudukan Jaffa dengan rudal balistik hipersonik Palestine 2.
Juru bicara resmi Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, mengumumkan serangan itu pada Selasa (22/7) sembari memastikannya sukses mencapai tujuannya, dan telah menyebabkan jutaan orang Zionis panik dan mengungsi ke tempat perlindungan dan bandara itu berhenti beroperasi. (mm/alalam)