Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul Malik al-Houthi, mengatakan eskalasi agresi Israel belakangan terhadap Suriah merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk “pendudukan tanpa balasan apa pun.”
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Kamis (17/7), Sayid al-Houthi menilai Israel bertujuan untuk menyerang semua negara di kawasan sekitarnya tanpa menghadapi pembalasan.
“Meskipun para penguasa di Suriah secara terbuka menyatakan keinginan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, agresi terhadap Suriah terus berlanjut,” ujarnya.
Menurutnya, Israel berusaha mengendalikan dinamika internal Suriah dengan dalih mendukung komunitas Druze dan minoritas, dan bertujuan menguasai sebagian besar wilayah Suriah hingga pinggiran Damaskus, serta mendikte hubungan dan kebijakan Suriah untuk menjamin keamanannya sendiri.
Menanggapi meningkatnya agresi Israel terhadap Lebanon, Sayid al-Houthi menyinggung tekanan AS terhadap faksi-faksi di Lebanon agar menerima rencana Israel untuk melucuti senjata Hizbullah.
Dia juga mengutuk kontinyuitas genosida Israel terhadap rakyat Palestina dan penghancuran kota-kota dan permukiman di Gaza.
Dia mengungkapkan bahwa terjadi penurunan angka kelahiran di Gaza sebesar 41% dibandingkan tahun lalu, di samping penurunan populasi secara keseluruhan sebesar 10%.
“Genosida rakyat Gaza adalah tujuan bersama Amerika Serikat dan Israel,” tegasnya, seraya menjelaskan bahwa Israel sangat bergantung pada bom AS, dan bahan peledak dilaporkan dijatuhkan lebih sering daripada peluru. (mm/presstv)