Teheran, LiputanIslam.com – Iran akan melanjutkan perang balasannya terhadap pasukan pendudukan dari titik terakhir jika terjadi agresi lebih lanjut.
Hal ini dinyatakan oleh Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayjen Mohammad Pakpour, dalam pertemuan dengan Panglima Angkatan Bersenjata, Mayjen Amir Hatami, pada hari Kamis (17/7), sembari menekankan bahwa mentalitas IRGC berada pada level tertinggi.
“Angkatan bersenjata berada dalam kesiapan dan koordinasi penuh untuk mengulangi serangan terhadap musuh,” tegas Pakpour.
Menyinggung perang yang telah berlangsung selama 12 hari melawan AS dan Israel, dia menyebutkan bahwa pasukan Iran dengan dukungan rakyat berhasil menetralisir perang dan agitasi terberat dan paling komplek dalam sejarah Iran.
Pada 13 Juni, Israel melancarkan tindakan agresi terbuka terhadap Iran hingga menggugurkan sejumlah perwira tinggi, ilmuwan nuklir, dan warga sipil Iran. Lebih dari seminggu kemudian, AS melibatkan diri dengan mengebom tiga lokasi nuklir Iran.
Dalam serangan balik, ratusan rudal balistik dan drone Iran melesat dan menjebol pertahanan udara Israel dan menghantam fasilitas-fasilitas penting militer, intelijen, industri, energi, dan riset di seluruh wilayah Palestina pendudukan.
Pasukan Iran juga melancarkan serangan rudal balistik terhadap pangkalan udara al-Udeid di Qatar, pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah.
Jenderal Pakpour menegaskan, “Kehendak dan martabat rakyat Iran dan pasukan bersenjata telah menang. Kita semua bersatu. Iran tercinta tidak pernah kalah dalam konfrontasi dengan musuh-musuhnya.”
Dia menambahkan, “Pada hari-hari terakhir perang, Israel menyaksikan neraka yang dijanjikan dengan mata kepala mereka sendiri. Kami tidak akan membiarkan para agresor dan penjajah lolos begitu saja. Kami akan melanjutkan perang dan pertempuran melawan penyerang persis dari titik terakhirnya.”
Senada dengan pernyataan tersebut, Mayjen Hatami, menyebut rezim Israel sebagai biang ancaman bagi perdamaian dan keamanan di Timur Tengah.
“Rezim keji Zionis merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan di kawasan dan dunia, dan musuh umat Islam. Jika diberi kesempatan, mereka juga akan menyerang negara-negara lain di kawasan ini,” tegasnya.
Dia menambahkan, “Kami berjanji bahwa Angkatan Bersenjata dan IRGC akan berdiri berdampingan dan bergandengan tangan—sebagai prajurit ilahi—untuk bekerja demi pengibaran bendera kebanggaan Iran dan keamanan serta kekuatan Iran yang Islami.”
Pada 24 Juni, Israel melalui Presiden AS Donald Trump mengumumkan penghentian sepihak atas agresinya setelah serangan balik Iran membuat Israel kewalahan. (mm/alalam)