Teheran, LiputanIslam.com – Iran menyatakan prihatin atas bentrokan yang terjadi di wilayah Sweida di Suriah selatan belakangan ini, dan mengecam serangan Israel di wilayah Suriah selama dua hari terakhir.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada hari Selasa (15/7) menyinggung berlanjutnya agresi militer Israel terhadap integritas teritorial Suriah, bersamaan dengan kontinyuitas pendudukan Israel di banyak wilayah Suriah.
Baghaei menyebut ketidakpedulian Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) atas agresi rezim Zionis terhadap negara-negara sekitar sebagai ‘sangat berbahaya’ dan memicu nyali rezim pendudukan tersebut.
Dia menekankan keharusan negara-negara di kawasan dan dunia Islam bertindak segera guna menghentikan pelanggaran dan kejahatan Israel, termasuk genosida di Gaza dan serangan yang terus berlangsung terhadap Suriah dan Lebanon.
Dia menekankan tanggung jawab komunitas internasional untuk mencegah pelanggaran berat lebih lanjut terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.
Kota Sweida, yang mayoritas penduduknya beragama Druze, di Suriah selatan menjadi ajang bentrokan sejak Minggu antara faksi-faksi dari minoritas agama Druze dan suku Bedouin yang pro rezim Rezim Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) pimpinan Ahmed al-Sharaa alias al-Julani. Konfrontasi antara kedua belah pihak telah lama berseteru di Sweida ini menewaskan lebih dari 100 orang.
Rezim al-Julani yang tidak dipilih secara demokratis di Suriah mengerahkan pasukannya dalam upaya memperluas kekuasaannya ke wilayah yang dikuasai oleh kelompok-kelompok bersenjata lokal.
Pada hari Selasa, setelah kontak antara otoritas Damaskus dan tokoh-tokoh penting dari Sweida, rezim Suriah mengumumkan gencatan senjata setelah pasukan rezim memasuki kota tersebut.
Beberapa pemimpin Druze menuduh rezim tersebut gagal memenuhi komitmennya untuk memasuki Sweida secara damai dan menyerukan perlawanan terhadap mereka.
Di pihak lain, Israel melancarkan serangan terhadap pasukan yang dipimpin HTS untuk membela minoritas Druze. Rezim HTS mengecam serangan Israel, dan memperingatkan bahwa mereka memiliki “hak yang sah untuk mempertahankan tanah dan rakyatnya”. (mm/presstv)