Gaza, LiputanIslam.com – Tiga tentara Zionis Israel dari Brigade 401 tewas akibat serangan peluru anti-tank yang menghantam tank mereka di Jabalia, dan sebanyak 10 tentara Zionis tewas dalam seminggu pertempuran di Jalur Gaza.
Menurut media Israel, 10 tentara dari unit elit tentara Israel tewas pekan lalu dalam operasi yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
Dengan demikian, jumlah korban tewas di pihak tentara Israel bertambah menjadi 43 sejak dimulainya kembali pertempuran di Jalur Gaza Maret lalu.
Adapun jumlah tentara Israel yang tewas sejak dimulainya operasi darat di Jalur Gaza telah mencapai 451, menurut statistik, sementara total tentara Zionis yang tewas sejak pecahnya perang telah mencapai 893.
Sementara itu, pasukan pendudukan Israel melanjutkan perang genosidanya di Gaza hingga menggugurkan 51 orang Palestina pada hari Senin (14/7).
Puluhan warga Gaza itu gugur akibat serangan udara Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza dini hari.
Di antara para korban adalah lima warga yang gugur dan beberapa lainnya terluka akibat serangan sebuah pesawat tanpa awak Israel terhadap Blok 4 di kamp pengungsi Al-Bureij di wilayah tengah.
Di Kota Gaza, tiga orang gugur, termasuk seorang perempuan, akibat penembakan di dekat kampus universitas. Pasukan pendudukan meledakkan robot jebakan di sebelah timur permukiman Zeitoun dan juga meledakkan beberapa bangunan di permukiman yang sama.
Di Jalur Gaza selatan, enam orang gugur akibat penembakan Israel terhadap sebuah tenda pengungsi di kota Al-Qarara, utara Khan Yunis, di Jalur Gaza selatan.
Sejumlah orang juga gugur dan beberapa lainnya luka-luka akibat serangan pesawat nirawak Israel terhadap sebuah tenda pengungsi di daerah Al-Ard Al-Tayyiba, sebelah barat Khan Yunis.
Dua orang juga gugur dan beberapa lainnya terluka oleh tembakan pasukan pendudukan Israel di daerah Al-Shakoush, barat laut Rafah. (mm/almayadeen)