TelAviv, LiputanIslam.com – Seorang petinggi militer Israel mengonfirmasi bahwa serangan rudal Iran telah menghantam sejumlah lokasi militer Israel di wilayah pendudukan Palestina dalam peristiwa perang 12 hari.
Konfirmasi itu menandai pengakuan publik pertama bahwa lokasi-lokasi militer Israel terkena serangan Iran.
Petinggi anonim itu pada hari Selasa (8/7) mengatakan kepada Reuters bahwa “sangat sedikit” lokasi militer Israel yang menjadi sasaran, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang lokasi mana yang terkena serangan atau tingkat kerusakan infrastruktur militer.
Dia juga mengklaim bahwa lokasi-lokasi militer tersebut masih berfungsi meskipun terkena serangan.
Sebelumnya, surat kabar Inggris The Telegraph pada hari Sabtu melaporkan bahwa citra satelit yang dianalisis oleh para peneliti di Oregon State University menunjukkan bahwa rudal Iran menghantam lima fasilitas militer Israel selama perang 12 hari pada bulan lalu.
The Telegraph menyebutkan enam rudal Iran telah menghantam target yang terletak di wilayah utara, tengah, dan selatan wilayah pendudukan, termasuk pusat pengumpulan intelijen dan pangkalan logistik.
Serangan Iran tersebut sebelumnya tidak diungkapkan oleh militer Israel akibat ketatnya undang-undang sensor.
Pada hari Minggu, anggota parlemen Israel juga mengunjungi reruntuhan Institut Weizmann, yang berafiliasi dengan militer, yang hancur akibat serangan balik Iran di wilayah pendudukan.
Institut tersebut merupakan salah satu lokasi strategis yang diserang oleh pasukan Iran di wilayah pendudukan sebagai balasan atas serangan udara Israel terhadap Iran.
Pada tanggal 13 Juni, rezim Israel melancarkan agresi terhadap Iran hingga menggugur sejumlah komandan senior, ilmuwan nuklir, dan banyak warga sipil.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, Iran melancarkan serangan balik dengan rentetan rudal dan pesawat nirawak serta melanjutkannya dengan serangkaian operasi balasan dalam operasi bersandi True Promise (Janji Nyata) III.
AS kemudian melibatkan diri dalam perang demi membela Israel pada tanggal 22 Juni dengan melakukan pengeboman terhadap tiga situs nuklir Iran sehingga menjadi pelanggaran hukum internasional yang mencolok.
Iran kemudian melancarkan serangan balik dengan melepaskan badai rudalnya ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang notabene pangkalan udara militer AS terbesar di Timteng. Rezim Israel kemudian terpaksa menerima kesepakatan gencatan senjata secara sepihak pada 24 Juni. (mm/presstv)