Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei telah menghadiri majelis duka peringatan malam Asyura atau malam peringatan kesyahidan Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib ra di Husainiyyah Imam Khomaini di Teheran Sabtu malam (5/7).
Kemunculan Ayatullah Khamenei ini mengundang perhatian khalayak karena merupakan kemunculannya pertama kali di depan publik sejak pecah perang antara Iran dan Israel selama 12 hari.
Sebelumnya, berbagai kalangan di Timteng memperkirakan Ayatullah Khamenei belum akan tampil di depan publik karena faktor keamanan pasca perang meski biasanya sejak hari-hari pertama peringatan Asyura selalu hadir pada majelis-majelis Asyura yang berlangsung setiap tahun.
Pada majelis ini pelantun syair duka, Mahmoud Karimi, mengaku diminta oleh Ayatullah Khamenei, melantunkan lagu mars nasional “Ei Iran”.
Dalam rekaman video yang beredar terlihat para hadirin di Husseiniyah Imam Khomeini menyambut antusias Ayatullah Khamenei saat ia memasuki aula untuk berpartisipasi dalam majelis malam Asyura.
#بالفيديو.. لحظة دخول قائد الثورة والجمهورية السيد علي #خامنئي إلى حسينية الإمام الخميني في العاصمة الإيرانية #طهران للمشاركة في مراسم عزاء ليلة عاشوراء.#الميادين pic.twitter.com/88AqBenkkV
— قناة الميادين (@AlMayadeenNews) July 5, 2025
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan Rezim Zionis Israel mengancam akan membunuh Ayatullah Khamenei selama perang 12 hari antara Iran dan Israel.
Ayatullah Khamenei telah menyampaikan pidato ketika terjadi agresi terhadap Iran maupun setelah gencatan senjata. Dia menuduh AS bergabung dalam serangan untuk menyelamatkan Israel yang babak belur akibat serangan balik Iran.
Seperti diketahui, pada tanggal 13 Juni 2025, Israel, dengan dukungan AS, mulai melancarkan agresi terhadap Iran hingga berlangsung selama 12 hari dengan menyasar situs-situs militer dan nuklir dan fasilitas sipil, serta membunuh sejumlah perwira tinggi militer serta ilmuwan nuklir.
Iran lantas melancarkan serangan balik dengan menggempur markas-markas militer dan intelijen Israel dengan rudal balistik dan pesawat nirawak.
Pada tanggal 22 Juni, AS menyerang fasilitas Iran dan mengklaim telah “mengakhiri” program nuklirnya, dan Iran membantah kliam ini. Teheran membalas serangan AS itu dengan mengebom pangkalan AS Al-Udeid di Qatar. Pada tanggal 24 Juni, Washington mengumumkan gencatan senjata antara Tel Aviv dan Teheran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian hanya menyatakan bahwa agresi Israel-Amerika terhadap negaranya “tidak mencapai tujuannya”. (mm/alalam/almayadeen/raialyoum/sahara)