Teheran, LiputanIslam.com – Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan bahwa kemampuan rudal negaranya telah merontokkan efektivitas sistem pertahanan udara Kubah Besi (Iron Dome) kebanggaan Rezim Zionis Israel.
Hal itu diungkap oleh Qalibaf dalam kata sambutannya pada upacara penghormatan kepada warga Iran gugur akibat agresi AS-Israel, yang dihadiri oleh ribuan orang, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian dan pejabat senior lainnya juga hadir, pada hari Rabu (2/7).
Qalibaf menyoroti kerusakan yang terjadi pada militer, infrastruktur, dan lokasi keamanan Israel akibat perang 12 hari di mana Iran memberikan belasan telak terhadap Israel.
“Rezim Zionis, yang telah memamerkan kekuatannya kepada dunia dan berkoar tentang Iron Dome, telah menerima balasan tegas dari umat Islam dan anak-anak bangsa Iran dalam hitungan jam.”
Ketua Parlemen Iran mengatakan Israel melancarkan serangan itu dengan asumsi bahwa Iran mengalami perpecahan internal dan ketika negosiasi tidak langsung Teheran-Washington sedang berjalan.
“Musuh mengira bangsa Iran akan mengkhianati diri sendiri. Namun, rakyat bersatu padu, dan rezim palsu, yang menduduki tanah Palestina selama beberapa dekade, belum pernah melihat serangan seperti itu,” kata Qalibaf.
Dia menjelaskan bahwa serangan rudal mencapai jauh ke dalam wilayah pendudukan Palestina sejak hari kedua perang.
“Pada malam pertama perang, kita meluncurkan 350 pesawat nirawak dan lebih dari 150 rudal ke arah rezim Zionis,” ujarnya.
Dia menambahkan,”Kekuatan Iran maju sedemikian rupa dalam waktu 24 jam sehingga meskipun Amerika dan NATO mendukung rezim Zionis, kita bahkan menyasar benteng pertahanan mereka dengan peluncuran satu rudal, yang menunjukkan kelemahan Zionis di Iron Dome dan kekuatan kekuatan rudal Iran.”
Qalibaf memastikan Israel tidak dapat berdiri sendiri dalam perang apa pun tanpa bantuan AS.
“Rezim palsu ini telah dihidupkan kembali dengan dukungan Amerika dan Barat, dan para intelektual ternama di seluruh dunia percaya bahwa Rezim Zionis tidak dapat bertahan hidup dan eksis tanpa Washington,” tuturnya.
Dia juga memperingatkan bahwa jika musuh menyerang Iran lagi maka menerima respon yang lebih telak.
“Kami tidak pernah memulai perang, tapi kami selalu menentukan bagaimana perang itu berakhir, dan Iran selalu muncul sebagai pemenang,” tandasnya.
Senada dengan ini, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Abdolrahim Mousavi, mengatakan bahwa semua bukti yang nyata maupun yang samar menunjukkan bahwa Israel menderita kekalahan telak di tangan Iran.
Kepada TV Al-Mayadeen, Rabu, Mousavi mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, Israel dan para pendukungnya telah menghimpun kekuatan mereka untuk menyerang pemerintahan Iran. Menurutnya, tujuan musuh adalah untuk menyerang pemerintahan Republik Islam di Iran dan memecah belah negara, bukan masalah nuklir Iran, namun gagal total.
“Israel terpaksa meminta gencatan senjata agar mereka dapat mengatur ulang urusan mereka sehingga mereka dapat mengambil tindakan di kemudian hari,” sambungnya.
Dia lantas memastikan bahwa jika Israel melakukan kesalahan lagi maka akan menerima pukulan keras dan sangat menyakitkan dari pasukan Iran.
“Jika fase baru memasuki dan perang berlarut-larut, Israel akan melihat kemampuan Iran yang belum digunakan,” imbuhnya.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran juga menekankan bahwa dukungan Iran untuk Palestina dan rakyat Palestina merupakan prinsip dasar Republik Islam Iran. (mm/presstv/alalam)