Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pihaknya telah menyerang Bandara Ben Gurion di bagian tengah Palestina pendudukan dengan rudal balistik hipersonik dan tiga “target sensitif” lain di kota Tel Aviv, Ashkelon, dan Eilat dengan pesawat nirawak.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, saat mengumumkan serangan itu dalam siaran televisi pada Selasa malam (1/7) mengatakan bahwa pasukan Yaman “melaksanakan empat operasi militer hari ini, satu di antaranya menyasar Bandara Lod (Bandara Ben Gurion) di wilayah pendudukan Jaffa (Tel Aviv) dengan rudal balistik hipersonik Palestine 2.”
Dia menambahkan , “Operasi lainnya menargetkan tiga target sensitif musuh, Zionis, di wilayah Jaffa, Ashkelon, dan Umm al-Rashrash (Eilat) di wilayah Palestina pendudukan dengan tiga pesawat nirawak.”
Sebelumnya di hari yang sama, militer Israel mengaku telah mencegat rudal yang ditembakkan dari Yaman dan memicu sirene serangan udara di beberapa daerah.
Militer Israel tidak melaporkan adanya pendeteksian atau pencegatan pesawat nirawak yang datang dari Yaman.
Para aktivis menyiarkan rekaman video suasana ketakutan dan kepanikan di antara para pemukim, serta rekaman lain yang terdokumentasi tentang rudal Yaman yang melintasi wilayah udara Palestina yang diduduki.
Dilaporkan bahwa ledakan-ledakan dahsyat terdengar di berbagai kota di Tepi Barat, dan wilayah udara segera ditutup sementara, bersama dengan penutupan Bandara Ben Gurion, setelah peluncuran rudal dari Yaman.
Pasukan Yaman menegaskan pihaknya akan terus menyerang Israel hingga Israel mengakhiri perang genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, yang telah berlangsung selama lebih dari 20 bulan.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel melancarkan perang genosida di Gaza, termasuk pembunuhan, pelaparan, penghancuran, dan pemindahan paksa. Israel dalam hal ini mengabaikan semua seruan internasional dan perintah dari Mahkamah Internasional untuk menghentikannya.
Genosida yang didukung AS tersebut telah menjatuhkan korban jiwa dan luka sekira 191.000 orang Palestina, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan wanita, dan menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang. Selain itu, ratusan ribu orang Palestina terpaksa mengungsi, dan kelaparan telah merenggut banyak nyawa, termasuk puluhan anak-anak. (mm/raialyoum)