Teheran, LiputanIslam.com – Lautan umat di Iran berpartisipasi dalam prosesi pemakaman jenazah 60 komandan militer, ilmuwan nuklir dan warga sipil yang gugur dalam perang negara ini melawan Rezim Zionis Israel.
Prosesi itu berlangsung pada hari Sabtu (28/6) dan hari kelima gencatan senjata serta di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Iran lagi.
Ribuan orang berkumpul di pusat kota Teheran sejak pagi hari Sabtu di sekitar barisan peti jenazah yang dibalut bendera Iran dan memuat gambar para tokoh yang terbunuh. Mereka meneriakkan yel-yel “Mampus Amerika” dan “Mampus Israel.”
Prosesi bertolak dari Bundaran Enghelab (Revolusi) di pusat kota Teheran menuju ke Bundaran Azadi (“Kebebasan”), yang berjarak 11 kilometer dan merupakan tempat berdirinya sebuah menara besar yang menjadi salah satu ikon ibu kota Iran tersebut.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengapresiasi partisipasi warga Iran dalam upacara tersebut. Dia juga mengatakan, “Mengabdi kepada umat yang merdeka seperti ini adalah suatu kehormatan. Hidup Iran!”
Kehadiran Pemimpin Besar Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam upacara tersebut belum dikonfirmasi. Dia biasanya memimpin shalat jenazah para tokoh terkemuka di Iran.
Ali Shamkhani, salah satu penasihat Khamenei, terlihat bertumpu pada tongkat setelah terluka akibat serangan Israel.
Rekaman televisi memperlihatkan Brigjen Esmail Qaani, komandan Pasukan Quds, sayap operasi luar negeri Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Jalanan dibanjiri lautan pelayat yang membawa bendera Iran dan spanduk-spanduk yang antara lain bertuliskan “Boom Boom Tel Aviv,” merujuk pada rudal Iran yang ditembakkan ke Israel.
Israel memulai perang dengan serangan mendadak pada dini hari tanggal 13 Juni dengan target lokasi militer dan nuklir di Iran, termasuk pembunuhan yang menargetkan apartemen di gedung-gedung perumahan. Israel mengklaim serangan itu ditujukan untuk mencegah Iran memperoleh bom nuklir, suatu tuduhan yang dibantah Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi di Instagram pada hari Sabtu menulis; “Orang Iran menyerahkan darah mereka, bukan tanah mereka; mereka menyerahkan orang yang mereka cintai, bukan kehormatan mereka; mereka bertahanan di depan rentetan bom seberat ribuan ton dan pantang menyerah. Iran tak mengenal kata menyerah.”
Serangan Israel terhadap Iran telah menggugurkan 627 orang, menurut penghitungan Kementerian Kesehatan yang hanya mencakup korban sipil.
Gencatan senjata yang dideklarasikan oleh Trump telah berlaku sejak Selasa, 12 hari setelah Israel melancarkan serangan udara terhadap lokasi militer dan fasilitas nuklir di Iran. Pada malam tanggal 21-22 Juni, Amerika Serikat juga melancarkan serangan terhadap tiga lokasi nuklir utama.
Iran menanggapi serangan Israel dengan meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke wilayah pendudukan Palestina, dan melepaskan badai rudal ke pangkalan AS di Qatar sebagai balasan atas serangan AS. (mm/presstv/raialyoum)