Teheran, LiputanIslam.com – Wali kota daerah pemukiman Bat Yam di Palestina pendudukan, Tzvika Brot, menyatakan wilayahnya telah mengalami pukulan paling keras dalam sejarahnya akibat pemboman Iran, yang menyebabkan kehancuran besar-besaran dan evakuasi sekitar 2000 pemukim.
Tzvika Brot, mengungkapkan kehancuran di sana sedemikian masif hingga area seluas 12 hektar telah hancur total.
“Pengeboman Iran terhadap Bat Yam hanya dalam satu hari meninggalkan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkap Brot dalam wawancara dengan saluran Kan milik Israel, sembari menjelaskan bahwa jumlah korban tewas dan luka beserta tingkat kerusakannya membuat tempat ini sebagai lokasi yang paling hancur di Israel.
Dia mencatat area seluas 16 hektar rusak akibat serangan itu, dan “dari 120 bangunan yang rusak, 20 akan hancur total minggu depan,” dan ini berarti “hancurnya seluruh lingkungan.”
“Lihatlah sekeliling Anda. Semua bangunan di sekitarnya rusak, bahkan yang tidak terkena serangan langsung,” keluhnya, sembari menyebutkan bahwa sekira 2000 pemukim kehilangan tempat tinggal akibat serangan ini.
Iran telah melancarkan serangan terhadap Israel hingga mengakibatkan kerusakan parah pada pemukiman Bat Yam, di sebelah selatan Tel Aviv, tempat puluhan roket jatuh hingga menewaskan empat pemukim Israel dan melukai 200 lainnya, menurut catatan resmi.
Kementerian Kesehatan Israel mengungkapkan statistik terbaru tentang korban jiwa dan jumlah korban luka akibat respons Iran terhadap agresi Israel.
Kementerian itu melaporkan bahwa serangan Iran telah menewaskan 28 pemukim Zionis dan melukai 3.238 orang. Pemukim yang terluka dipindahkan ke rumah sakit dan pusat perawatan di wilayah pendudukan dengan kondisi 23 di antaranya kritis, dan 111 korban luka lainnya ditempatkan di bawah pengawasan medis.
Kementerian itu menjelaskan bahwa sebagian besar cedera disebabkan oleh tekanan psikologis atau kehilangan keseimbangan saat melarikan diri ke tempat perlindungan, hingga mengakibatkan cedera fisik.
Palestina pendudukan, khususnya kota Beersheba, terkena gelombang serangan rudal Iran terberat sepanjang perang.
Berbagai laporan menyebutkan bahwa otoritas Israel menyembunyikan data yang sebenarnya, dan banyak yang percaya bahwa jumlah korban yang sebenarnya di pihak Israel jauh lebih besar daripada jumlah yang diumumkan secara resmi. (mm/alalam/aljazeera)