Washington, LiputanIslam.com – Presiden AS Donald Trump mengklaim akan segera diberlakukan gencatan senjata antara Iran dan Israel.
“Kesepakatan penuh telah dicapai antara Israel dan Iran untuk gencatan senjata yang lengkap dan komprehensif (dalam waktu sekitar 6 jam dari sekarang, ketika Israel dan Iran telah menyelesaikan misi mereka saat ini dan terakhir!), untuk jangka waktu 12 jam, di mana perang akan dianggap berakhir!,” ungkapnya di platform Truth Social miliknya pada dini hari Selasa (24/6).
Dia menambahkan, “Iran akan secara resmi memulai gencatan senjatanya, dan pada pukul 12:00 siang, Israel akan memulai gencatan senjatanya, dan pada pukul 24:00 siang, dunia akan secara resmi menandai berakhirnya perang 12 hari tersebut.”
Dia juga menyebutkan, “Berdasarkan asumsi bahwa segala sesuatunya akan terjadi sebagaimana mestinya, dan itu pasti akan terjadi, saya ingin mengucapkan selamat kepada kedua negara, Israel dan Iran, karena memiliki keteguhan hati, keberanian, dan kecerdasan untuk mengakhiri apa yang seharusnya disebut sebagai ‘Perang 12 Hari.'”
Tidak ada komentar langsung dari Israel atau Iran mengenai pernyataan Trump.
Sebelumnya pada hari Senin, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Sayyid Abdolrahim Mousavi, menegaskan bahwa hukuman terhadap Netanyahu akan terus berlanjut dengan sengit hingga dia benar-benar tidak berdaya.
Pada hari itu Iran kembali melancarkan serangan dalam gelombang ke-21 Operasi True Promise III (Janji Nyata III) terhadap target militer dan pusat dukungan logistik Israel, terutama di kota Haifa dan Tel Aviv.
Media Israel melaporkan bahwa sebuah pesawat Israel mengubah arah sebelum mendarat di Bandara Ben Gurion ketika serangan rudal di daerah itu dimulai. Beberapa menit sebelumnya, laporan menyebutkan bahwa beberapa gelombang serangan rudal menargetkan wilayah pendudukan utara, tengah, dan selatan.
Anggota Komite Keuangan parlemen Israel dikabarkan membatalkan pertemuan mereka dan memilih melarikan diri ke tempat perlindungan.
Media Israel juga melaporkan bahwa pemandangan ledakan yang diakibatkan oleh serangan rudal di wilayah pendudukan itu “belum pernah terjadi sebelumnya.”
Asap tebal mengepul menyusul serangan rudal Iran di dekat pembangkit listrik di Ashdod.
Haaretz melaporkan bahwa sirene serangan udara telah beroperasi di wilayah pendudukan selama lebih dari 20 menit.
Disebutkan bahwa ini merupakan periode sirene terlama sejak dimulainya agresi dengan Iran.
Rudal Iran menghantam sedikitnya tujuh lokasi, termasuk Lakhis, Safed, dan Ashkelon. Salah satu rudal Iran dilaporkan menghantam sekitar pangkalan militer Israel di wilayah Galilea barat.
Media Israel mengabarkan pemadaman listrik di kota pesisir di wilayah pendudukan. Beberapa sumber menyatakan sedikitnya empat serangan rudal diluncurkan dalam hitungan menit terhadap berbagai bagian wilayah pendudukan Palestina.
Media Ibrani juga melaporkan bahwa rudal Iran juga menargetkan wilayah pendudukan di sekitar Jalur Gaza. (mm/alalam/raialyoum)