Teheran, LiputanIslam.com – Iran melancarkan fase terbaru Operasi True Promise III pada hari Kamis (19/6), dengan kembali menggempur Rezim Zionis Israel di Palestina pendudukan dengan sejumlah besar rudal balistik dan pesawat nirawak (UAV/drone).
Dalam sebuah pernyataan, pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan fase ke-15 operasi pembalasan terhadap wilayah Zionis melibatkan rudal dan pesawat nirawak dengan sasaran fasilitas militer dan industri yang berafiliasi dengan komplek industri-militer Israel di Tel Aviv dan Haifa.
IRGC juga menyebutkan bahwa operasi pesawat nirawak sebelumnya pada hari Kamis melibatkan lebih dari 100 pesawat nirawak tempur dan kamikaze terhadap sasaran-sasaran militer Israel, terutama pencegat antirudal di Tel Aviv dan Haifa.
IRGC menambahkan bahwa operasi rudal yang lebih efektif terhadap sasaran-sasaran militer dan industri Israel ada dalam agenda pasukan Iran.
IRGC mengulangi peringatan bagi para pemukim Zionis bahwa langit di atas wilayah pendudukan tetap tidak berdaya, dan bahwa rezim itu tidak lagi dapat menahan pukulan ekonomi lebih lanjut.
Dalam beberapa hari terakhir, pasukan Iran telah menggunakan berbagai taktik inovatif untuk mengakali dan menghindari pencegat rudal Israel yang disediakan AS.
Sebuah laporan di surat kabar Israel Yedioth Ahronoth pada hari Selasa mengatakan gelombang terbaru operasi pembalasan Iran “tidak biasa,” dan membuat rezim Zionis lengah.
Rudal generasi baru yang digunakan oleh angkatan bersenjata Iran dalam Operasi True Promise III antara lain ialah Khaiber-Shekan, Fattah dan Sejjil. Sejjil digunakan pada hari Rabu.
Sebelumnya, beberapa media Israel melaporkan “serangan rudal terbesar” dalam fase terbaru dan ke-15 Operasi True Promise III, yang dimulai pada hari Jumat (13/6), beberapa jam setelah rezim Zionis melakukan agresi terhadap Iran.
Israel telah memberlakukan larangan menyeluruh terhadap publikasi gambar dan video yang terkait dengan operasi pembalasan Iran. Bahkan pengambilan gambar langsung di angkasa juga dilarang.
Menurut beberapa laporan, sedikitnya 50 rudal balistik, termasuk yang digunakan untuk pertama kalinya dalam Operasi True Promise III, terlihat di langit di atas wilayah pendudukan.
Israel juga memberlakukan larangan publikasi laporan apa pun mengenai korban atau kerusakan tambahan, namun beberapa laporan menyebutkan jumlah korban tewas pada hari Kamis lebih dari 50 orang.
Banyak gedung milik rezim Israel, termasuk militer dan intelijennya, menjadi sasaran dalam gelombang terbaru, yang membuktikan semakin tidak efektifnya pertahanan udara yang selama ini digembar-gemborkan.
Gelombang terbaru Operasi True Promise III terjadi hanya beberapa jam setelah pasukan Iran melepaskan rentetan rudal strategis dan pesawat nirawak kamikaze ke wilayah pendudukan, yang menyasar dan menghancurkan pusat komando dan intelijen utama militer Israel di dekat salah satu rumah sakit. (mm/presstv)