Teheran, LiputanIslam.com – Dalam peringatan keras dan tegas kepada rezim Israel dan para pendukung Baratnya pada hari Selasa (17/6), Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Sayyid Abdolrahim Mousavi, dalam pesan di televisi menegaskan “operasi hukuman” akan segera dilaksanakan.
Dia mengatakan bahwa operasi yang dilaksanakan sejak hari Jumat ditujukan sebagai peringatan pencegahan, sedangkan operasi hukuman yang sebenarnya akan segera dilaksanakan.
“Negara besar Iran, sebagaimana dibuktikan oleh sejarah, tidak pernah tunduk pada agresi apa pun, dan, sambil berdiri teguh melawan tindakan biadab Israel, akan membuat rezim Zionis ini membayar kejahatannya, insya Allah,” katanya.
“Dengan daya dan kekuatan Allah, kesyahidan rekan-rekan senegara kami, ilmuwan dan komandan angkatan bersenjata, hanya akan memperkuat tekad kami untuk melakukan pembalasan yang menghukum,” sambungnya.
Mousavi kemudian menjelaskan bahwa sejauh ini, sejak Jumat (13/6), Divisi Dirgantara IRGC dan Markas Besar pertahanan udara, dengan dukungan dari Angkatan Bersenjata reguler, Komando Penegakan Hukum dan Kementerian Pertahanan, telah “memberikan pukulan berat kepada musuh dengan menyerang target-target sensitif dan vital”, namun dia menambahkan bahwa operasi yang dilakukan sejauh ini baru sekedar peringatan untuk pencegahan, sedangkan operasi hukuman akan segera menyusul.
Dia juga memperingatkan para pemukim Zionis Israel, terutama Tel Aviv dan Haifa, agar segera meninggalkan wilayah tersebut demi keselamatan mereka dan “tidak mengorbankan diri mereka untuk hasrat kebinatangan Netanyahu.”
Sementara itu, Kementerian Pertahanan berjanji untuk “mematahkan tulang punggung” rezim Israel dan melanjutkan operasi militer balasannya terhadap para agresor Zionis.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan di televisi pemerintah pada hari Selasa, juru bicara kementerian itu, Brigjen Reza Talayi-Nik, mengatakan pasukan Iran akan melanjutkan aksi militer balasan mereka, dan bersumpah untuk memberikan pukulan telak.
“Kami benar-benar dalam posisi bertahan, tapi kami memanfaatkan semua kemampuan ofensif dan defensif kami. Parit-parit pertahanan kami luas, dan orang-orang dari semua lapisan masyarakat terlibat,” katanya.
Talayi-Nik memastikan Israel tidak berdaya menanggung perang berkepanjangan melawan Iran.
“Musuh tidak dapat menanggung perang yang panjang, dan jika terus berlanjut, punggung rezim Zionis akan hancur,” ucapnya.
Dia juga mengumumkan bahwa Iran menggunakan sistem rudal baru untuk pertama kalinya dalam operasi balasannya pada hari Selasa terhadap rezim Zionis.
“Hari ini, kami menggunakan salah satu rudal kami untuk pertama kalinya, dan rezim Zionis bahkan tidak menyadari bahwa rudal itu telah dikerahkan. Mereka akan melihat lebih banyak kejutan seperti ini,” katanya.
Pada babak ke-9 Operasi True Promise III pada Selasa pagi, Iran meluncurkan rentetan rudal dan pesawat nirawak besar-besaran ke wilayah Palestina pendudukan. Operasi balasan berskala besar, yang pertama kali diluncurkan pada Jumat malam, dilakukan dengan nama sandi “Ya Ali ibn Abi Talib.” (mm/presstv)