
Sanaa, LiputanIslam.com – Israel kembali menyerang pelabuhan Hudaidah, Yaman, namun kali ini dengan menggunakan kapal perang sehingga menjadi format baru agresi terhadap Yaman. Demikian dilaporkan saluran TV al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, Rabu (11/6).
Serangan itu terjadi setelah pasukan rudal Yaman terus menyerang kedalam wilayah Palestina pendudukan (Israel).
Menanggapi hal ini, pakar militer Yaman Brigjen Abed al-Thaur mengatakan, “Penembakan rudal dari kapal perang itu menandakan ketidak berdayaan Israel di udara. Jarak kami dengan entitas Zionis dan Palestina pendudukan lebih dari 2000 km. Hal ini membuat kami lebih baik dan cocok melancarkan operasi melancarkan operasi militer kualitatif terhadap Israel, dan inilah yang terjadi.”
Serangan Israel dengan menggunakan rudal maritim terjadi setelah Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman, Mahdi al-Mashat, mengacam akan menembak jet tempur Israel, dan memastikan bahwa pertahanan udara Yaman akan membendung agresi dengan segenap kekuatan. Pernyataan ini mengisyaratkan adanya pengembangan pertahanan udara dan keberhasilan uji cobanya dalam beberapa bulan terakhir.
Pakar militer Yaman Kol. Abdul Aziz Sheikh mengatakan, “Ancaman Panglima Angkatan Bersenjata untuk mengatasi ancaman (Israel) ini menunjukkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman dan Pasukan Pertahanan Udara kini memiliki kekuatan yang unggul dan teknologi mutakhir yang mampu membidik jet tempur agresor di angkasa Yaman.” (mm/almayadeen)