Beirut, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam kunjungannya ke Lebanon, telah berziarah ke makam mantan Sekjen Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah (SHN), di Beirut, Selasa (3/6).
Dalam kesempatan itu, Araghchi menegaskan bahwa kekalahan entitas Zionis Israel tidak akan terhindarkan, dan bahwa darah SHN akan menjamin kemenangan atas Israel.
Araghchi yang tiba di Lebanon setelah kunjungannya ke Mesir menyebut SHN sebagai pahlawan di dunia Arab, simbol perlawanan terhadap pendudukan, dan pelopor gerakan perlawanan di dunia Islam.
“Syahid Nasrallah menghabiskan hidupnya yang penuh berkah untuk melawan rezim pendudukan Zionis, dan telah mewujudkan kemenangan-kemenangan besar bagi bangsa Lebanon,” lanjutnya.
Dia menjelaskan,”Berkat perjuangannya yang berkesinambungan, Lebanon selatan terbebas dari pendudukan Zionis, dan beliau telah mengorbankan hidupnya yang berharga demi cita-cita suci ini.”
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran di Beirut menandatangani bukunya yang berjudul “Kekuatan Negosiasi.”
Dalam sebuah dialog, dia menekankan bahwa Iran siap membangun kepercayaan dengan komunitas internasional dan memberikan jaminan yang diperlukan untuk memastikan bahwa program nuklirnya tidak digunakan untuk tujuan militer, dan bahwa pengayaan uranium Iran tidak akan diarahkan untuk produksi senjata nuklir.
Dia menyebutkan bahwa kemampuan pertahanan Iran dan pengembangan program nuklirnya merupakan faktor yang membuat Iran diperhitungkan dalam negosiasi.
“Seandainya kami tidak memiliki kemampuan ini, tidak akan ada faktor untuk negosiasi dengan kami,” ujarnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa Teheran telah menerima usulan dari AS, yang dia sebut “tidak jelas dan sangat ambigu.”
Dia lantas mengatakan bahwa tanggapan akan segera diberikan dalam beberapa hari mendatang, dengan cara yang konsisten dengan kepentingan Iran.
Araghchi memastikan pengayaan uranium akan terus berlanjut di Iran, dan menyebutkan bahwa reaktor Teheran memproduksi obat-obatan penting bagi sekitar satu juta warga Iran, dan bahwa operasinya tidak dapat dihentikan.
Menteri luar negeri Iran menegaskan Teheran tidak memerlukan izin siapa pun untuk melanjutkan pengayaan uranium, karena ini merupakan hak kedaulatan Iran. (mm/alalam)