Gaza, LiputanIslam.com – Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada Selasa malam (3/6) mengonfirmasi bahwa 27 orang Palestina gugur dalam penembakan yang terjadi pada dini hari di dekat pusat distribusi bantuan di Gaza selatan.
Sebelumnya, jumlah itu telah dilaporkan oleh Pertahanan Sipil Gaza, sementara tentara Israel mengaku telah melepaskan tembakan peringatan kepada orang-orang yang “mencurigakan”.
Sekjen PBB António Guterres mengutuk penembakan itu dengan mengatakan “tidak dapat diterima jika warga sipil kehilangan nyawa mereka hanya lantaran mereka mencari makanan.”
Dia kembali menyerukan penyelidikan independen atas insiden tersebut. Gedung Putih mengumumkan bahwa mereka “sedang menyelidiki kebenaran” laporan tentang penembakan dan kematian di dekat pusat distribusi bantuan di Gaza selatan.
Juru Bicara Kepresidenan AS Caroline Levitt mengatakan, “Bertentangan dengan apa yang dilaporkan beberapa media, kami tidak sepenuhnya mempercayai klaim Hamas.”
Komisaris Tinggi PBB untuk HAM Volker Türk pada hari Selasa mengatakan, “Serangan mematikan terhadap warga sipil yang putus asa dan berusaha mengakses bantuan pangan dalam jumlah yang sedikit di Gaza tidak dapat diterima. Serangan yang ditujukan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan kejahatan perang.”
Pertahanan Sipil di Gaza melaporkan 19 warga Palestina gugur akibat serangan lainnya manakala Israel terus mengintensifkan operasinya, melancarkan serangan udara, penembakan, dan penghancuran di seluruh Jalur Gaza.
Komite Internasional Palang Merah menyatakan, “Dini hari ini, rumah sakit lapangan Palang Merah di Rafah (selatan), yang memiliki kapasitas 60 tempat tidur, menerima 184 korban luka. 19 dari mereka dinyatakan meninggal saat tiba di sana, dan delapan lainnya meninggal karena luka-luka mereka tak lama kemudian. Sebagian besar yang terluka telah ditembak.”
Juru bicara Pertahanan Sipil Mahmoud Basal mengatakan, “Pasukan pendudukan Israel melepaskan tembakan dari tank dan pesawat nirawak terhadap ribuan warga yang berkumpul sejak dini hari ini di dekat Bundaran Al-Alam. Mereka sedang dalam perjalanan ke pusat bantuan Amerika di Rafah untuk menerima bantuan pangan.” (mm/raialyoum)