Washington, LiputanIslam.com – Matthew Miller, juru bicara Departemen Luar Negeri AS pada kepresidenan Joe Biden, dalam sebuah wawancara dengan podcast Sky News, pada hari Senin (2/6), yang juga dilaporkan oleh media Israel, termasuk Israel Hayom dan The Times of Israel, mengakui bahwa Israel “tidak diragukan lagi” melakukan “kejahatan perang” di Jalur Gaza.
Selama 20 bulan, Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, dan tiga bulan lalu, Israel memulai kampanye kelaparan sistematis dan mencegah semua organisasi internasional membawa pasokan.
Miller mengatakan, “Tidak diragukan lagi bahwa Israel melakukan kejahatan perang di Gaza…Tentara Israel di Jalur Gaza melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan hukum internasional, tetapi mereka belum diadili.”
Ketika ditanya apakah ada genosida di Gaza, tempat Israel telah membunuh ribuan warga Palestina sejak Oktober 2023 dan berdampak kelaparan, Miller menjawab, “Saya tidak percaya itu merupakan genosida, tetapi saya yakin bahwa kejahatan perang telah dilakukan.”
Meski demikian, demi meringankan dosa Israel, Miller membedakan antara kebijakan negara yang sistematis dan tindakan militer individual. Dia mengklaim bahwa tentara Israel melakukan kejahatan perang dalam insiden tertentu, bukan sebagai bagian dari kebijakan pemerintah yang disengaja.
Mantan juru bicara tersebut mengakui keterbatasan posisi sebelumnya, dan mengaku tidak dapat mengungkapkan pandangan pribadinya dari podium.
“Saat Anda berada di podium, Anda tidak mengungkapkan pendapat pribadi Anda. Anda mengungkapkan kesimpulan pemerintah AS,” kata Miller.
Menurutnya, pemerintah AS belum secara resmi menyimpulkan bahwa Israel melakukan kejahatan perang.
Dia mengkritik langkah-langkah akuntabilitas Israel, dengan mengatakan, “Kami belum melihat mereka meminta pertanggungjawaban cukup banyak personel militer.”
Ia menyimpulkan dengan mengatakan, “Pertanyaannya adalah apakah mereka (pemerintah Israel) akan melakukannya pada suatu hari nanti.” (mm/raialyoum)