Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi hari ini, Senin (2/6), akan bertolak ke Mesir untuk pembicaraan dengan pejabat tinggi Kairo untuk membahas hubungan bilateral dan krisis regional, sebelum kemudian ke Lebanon untuk tujuan serupa.
Mohammad Hossein Soltani-Fard, kepala Bagian Kepentingan Iran di Kairo pada hari Minggu (1/6) mengatakan bahwa kunjungan Araghchi ke Kairo akan dilakukan atas undangan mitranya dari Mesir.
Dia menambahkan bahwa sebagai bagian dari konsultasi dengan para pemain utama regional mengenai perkembangan terbaru, Araghchi akan melakukan perjalanan ke Mesir dan Lebanon, dua negara terkemuka dan berpengaruh di kawasan tersebut.
Menurut Soltani-Fard, Araghchi diharapkan bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, mitranya Badr Abdelatty, serta elit politik dan ekonomi.
Mengenai “tujuan jelas” kunjungan itu, Soltani-Fard menekankan bahwa krisis regional yang sedang berlangsung, termasuk perang Gaza, agresi militer Israel, dan konflik di Sudan dan Libya, memerlukan dialog dan negosiasi di antara negara-negara yang “berpengaruh “.
Mengenai hubungan Teheran-Kairo, dia menyebutkan adanya kemajuan stabil berkat konsultasi rutin dan diskusi intensif antara menteri luar negeri kedua negara, dan keduanya diharapkan akan mengambil langkah final untuk meningkatkan hubungan dalam waktu dekat.
Menanggapi pertanyaan tentang kerja sama Iran-Mesir terkait Palestina, Soltani-Fard mengatakan, “Masalah Palestina dan Gaza tetap menjadi prioritas regional. Iran mendukung sikap Mesir terkait migrasi paksa warga Gaza dan upayanya untuk mengamankan gencatan senjata. Mesir memainkan peran penting dalam hal ini.”
Dia menekankan bahwa negara-negara regional dan Muslim, termasuk Iran dan Mesir, sedang berupaya membangun gencatan senjata permanen di Gaza dan memastikan “hak-hak sah” rakyat Palestina. (mm/presstv)