Sanaa, LiputanIslam.com – Kepala Dewan Tinggi Politik Yaman, Mahdi al-Mashat, mengatakan bahwa pertahanan udara Yaman “akan menjadikan pesawat Zionis (Israel) sebagai bahan ejekan dalam beberapa hari mendatang.”
Hal itu dinyatakan Al-Mashat kepada Al-Mayadeen, Jumat (30/5), sembari menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman akan mampu menghadapi “pesawat musuh, Zionis, tanpa menyebabkan kerusakan pada navigasi udara dan laut,” dan bahwa “kabar baik akan datang mengenai pesawat pendudukan Israel yang digunakan dalam agresi terhadap negara kita.”
Kepala Dewan Politik Tinggi Yaman menyatakan bahwa rute musuh Israel dalam serangannya ke Yaman telah diidentifikasi sebagai “area berbahaya bagi semua perusahaan” guna memastikan keselamatan navigasi udara dan laut di area operasi Angkatan Bersenjata.
Al-Mashat meminta berbagai perusahaan menghindari pelayaran di sepanjang rute yang digunakan oleh pendudukan Israel untuk menyerang Yaman.
Dua hari sebelumnya, Al-Mashat memperingatkan “kawanan Zionis” bahwa “tempat perlindungan tidak akan menjadi tempat yang aman bagi mereka.”
Dia juga mengatakan, “Pertahanan udara kami mampu menghadapi pesawat F-35, apa yang menghalangi adalah pesawat itu bersembunyi di dekat pesawat sipil.”
Secara terpisah, pemimpin gerakan Ansarullah, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, mengatakan bahwa “Laut Merah tetap ditutup, dan pelayaran masih dilarang bagi Israel,” dan bahwa “agresi Israel di Bandara Sanaa tidak akan menghentikan operasi Yaman dalam mendukung rakyat Palestina.”
Sementara itu, Ibu kota Yaman, Sanaa, diwarnai aksi akbar peduli Palestina dengan slogan “Tidak ada keamanan bagi entitas Zionis, Gaza dan Al-Aqsa sedang diserang.”
Massa menyerukan hari mobilisasi dan kesetiaan kepada Rasulullah dan untuk mendukung rakyat Palestina. Mereka memperbarui kesetiaan mereka kepada Rasulullah saw, kepada Masjid Al-Aqsa dan tempat-tempat suci Islam, dan kepada rakyat Palestina, yang menjadi sasaran kejahatan genosida selama lebih dari enam ratus hari.
Massa menyatakan dukungan kepada operasi militer Angkatan Bersenjata Yaman terhadap Israel, serta menyerukan intensifikasi operasi demikian demi menekan Israel agar menghentikan agresi dan blokadenya terhadap Gaza.
Massa menyerukan kepada bangsa-bangsa Arab dan umat Islam agar menunaikan tanggung jawab mereka membela tempat-tempat suci Islam yang dinodai oleh kaum Zionis.
Mereka juga memperbarui mandat mutlak mereka kepada pemimpin revolusi, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, dengan menegaskan kelanjutan mobilisasi umum dan jihad di jalan Allah. (mm/ alalam/ raialyoum)