Sanaa, LiputanIslam.com – Militer Yaman kembali melancarkan operasi anti-Israel dengan menyerang Bandara Ben Gurion di Palestina pendudukan dengan rudal hipersonik sebagai tanggapan atas agresi militer Zionis yang terus berlangsung di Gaza.
Juru bicara Angkatan bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, saat mengumumkan hal itu pada hari Kamis (29/5), juga menegaskan Yaman akan terus memenuhi kewajiban agama, moral, dan kemanusiaannya terhadap rakyat Palestina hingga agresi dan blokade Israel terhadap Gaza berhenti.
Saree juga berjanji bahwa Angkatan Bersenjata Yaman akan membalas setiap serangan Israel terhadap Yaman, termasuk dengan terus memblokade lalu lintas udara ke dan dari Bandara Ben Gurion.
Yaman telah memberlakukan blokade strategis pada rute udara dan laut vital Israel untuk menghalangi pengiriman pasokan militer ke rezim tersebut atas perang genosida di Gaza.
Saree menambahkan bahwa pihaknya akan meningkatkan akselarasi operasi pembalasan mereka terhadap entitas Zionis di dalam wilayah Palestina pendudukan.
Sebuah rekaman video memperlihatkan pertandingan sepak bola dihentikan di Tel Aviv, sementara sebagian suporter memanjat tribun serta meninggalkan stadion setelah sebuah rudal ditembakkan dari Yaman.
Media Israel melaporkan bahwa dalam peristiwa itu Presiden Israel Isaac Herzog bersama istrinya dievakuasi, sementara sekira 30 ribuan suporter yang berada di dalam stadion diminta bertiarap selama 10 menit.
Seiring meningkatnya perang genosida di Gaza, Yaman memberlakukan blokade strategis pada rute-rute maritim penting, dengan tujuan menghalangi pengiriman pasokan militer ke Israel dan mendesak masyarakat internasional mengambil tindakan terkait keadaan darurat kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza. (mm/presstv/alaraby/aljazeera)