Kairo, LiputanIslam.com – Seorang pejabat Mesir pada Senin malam (26/5) mengumumkan negaranya tengah menggelar kontak “intensif” untuk mendekatkan pihak-pihak terkait guna mencapai kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza “secepatnya,” seraya menyerukan Israel dan Hamas agar menunjukkan fleksibilitas yang diperlukan guna mencapai kesepakatan.
Menurut laporan Cairo News Channel, yang mengutip sumber anonim di Mesir, hal itu terjadi di tengah pembicaraan tidak resmi di Doha mengenai upaya pencapaian kesepakatan.
Sumber tersebut mengatakan bahwa “koordinasi Mesir-Qatar-Amerika terus berlanjut mengenai negosiasi gencatan senjata dan pertukaran tawanan di Gaza.”
Dia menekankan adanya “kontak intensif dengan Mesir untuk mendekatkan pandangan pihak-pihak terkait guna mengembalikan ketenangan.”
“Kontak sedang dilakukan dengan semua pihak dalam upaya mencapai kesepakatan sesegera mungkin,” ujarnya.
Dia meminta kedua pihak Israel dan Hamas “menunjukkan fleksibilitas yang diperlukan guna mencapai kesepakatan demi mengatasi krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.”
Mesir, Qatar, dan AS memimpin upaya mediasi gencatan senjata di Gaza.
Sebelumnya pada hari Senin, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mencabut pernyataannya bahwa kesepakatan dengan Hamas dapat diumumkan “hari ini atau besok.” Dalam sebuah pernyataan dari kantornya disebutkan bahwa dia tidak bermaksud mengumumkan tanggal secara persis.
Penarikan pernyataan itu terjadi setelah tersiar kabar simpang siur perihal sikap Hamas dan pemerintah Israel tentang usulan utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff mengenai pertukaran tawanan dan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Sumber Palestina yang dekat dengan Hamas mengatakan gerakan ini telah menyetujui usulan Witkov, sementara situs web Walla Israel mengklaim bahwa Witkov membantah adanya persetujuan itu dan mengatakan bahwa “Tel Aviv menerimanya.”
Sumber anonim Palestina mengatakan kepada Anadolu bahwa “Hamas menyetujui usulan Witkov untuk gencatan senjata di Jalur Gaza, karena peduli terhadap kepentingan rakyat kami dan demi menghentikan genosida yang sedang berlangsung.”
Dia menjelaskan, “Beberapa hari lalu Wittkov mengajukan usulan yang mencakup pembebasan 10 tahanan Israel dari Jalur Gaza dalam dua gelombang dengan imbalan gencatan senjata selama 60 hari dan penarikan pasukan pendudukan Israel dari Gaza ke zona penyangga yang membentang di sepanjang perbatasan Jalur Gaza.”
Dia menambahkan, “Selama masa gencatan senjata, negosiasi serius akan dimulai untuk mengakhiri perang genosida, dengan jaminan Amerika.” (mm/raialyoum)