Washington, LiputanIslam.com – Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem mengaku telah menyampaikan pesan Presiden Donald Trump kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa kedua negara harus sejalan dalam menyikapi Iran.
Noem, yang mengakhiri kunjungan ke Israel pada hari Senin (26/5), kepada Fox News mengatakan bahwa pembicaraannya dengan Netanyahu “terus terang dan langsung”. Pernyataan Noem ini mengemuka beberapa hari setelah pejabat AS dan Iran mengadakan putaran kelima perundingan nuklir di Roma.
“Presiden Trump secara khusus mengirim saya ke sini untuk berbincang dengan Perdana Menteri mengenai bagaimana negosiasi tersebut berlangsung dan betapa pentingnya kita tetap bersatu dan membiarkan proses ini berjalan,” katanya.
Trump pada hari Minggu mengisyaratkan bahwa pembicaraan dengan dengan Iran berjalan dengan baik.
“Kami telah melakukan beberapa pembicaraan yang sangat, sangat baik dengan Iran. Dan saya tidak tahu apakah saya akan memberi tahu Anda sesuatu yang baik atau buruk selama dua hari ke depan, tetapi saya merasa mungkin akan memberi tahu Anda sesuatu yang baik,” katanya kepada wartawan.
Di pihak lain, militer Iran dalam beberapa hari terakhir terus melontarkan peringatan terhadap AS dan Israel untuk tidak mencoba bertindak ceroboh terhadap Iran.
Dalam perkembangan terbaru, Komandan Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Abdolrahim Musawi menegaskan Iran sepenuhnya siap memberikan pukulan yang tepat jika Israel memprovokasi.
“Rezim Zionis terlalu lemah untuk dapat melancangi kebesaran Iran, sementara pasukan Republik Islam Iran mampu memasukkan entitas ini dan para pendukung ke dalam krisis berbahaya,” tegasnya.
Dia juga mengatakan, “Jelas bahwa para pemimpin rezim itu sangat menyadari bahwa mereka tidak mampu menanggung konsekuensi dari konfrontasi langsung dengan kami. Mereka tidak memiliki kapasitas untuk menahan tantangan yang mungkin kami hadapi. Namun, selama mereka yang berkuasa di sana saat ini adalah pembunuh anak-anak dan individu yang ceroboh, tindakan bodoh tetap menjadi kemungkinan setiap saat.”
Musawi menambahkan, “Jika mereka sudah tidak sabar menunggu True Promise baru, kami siap memberikan pukulan yang setimpal, dan kami juga akan menagih tagihan yang belum mereka bayar.”
True Promise adalah sandi operasi militer yang telah dua kali dilakukan Iran terhadap Israel dengan meluncurkan ratusan rudal dan pesawat nirawak. (mm/aljazeera/alalam)