Gaza, LiputanIslam.com – Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza melaporkan bahwa 84 warga Palestina gugur akibat serangan Israel di beberapa daerah sejak dini hari Senin (19/5).
Sumber medis mengatakan bahwa enam warga Palestina gugur dalam serangan udara brutal Israel di Khan Yunis, sementara puluhan korban luka dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.
Seorang koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa tujuh warga Palestina, termasuk anak-anak dan wanita, gugur dan beberapa lainnya terluka akibat pemboman Israel terhadap sebuah sekolah yang menampung para pengungsi di sebelah barat kamp pengungsi Nuseirat, di Jalur Gaza tengah. Para korban jiwa dan korban luka dipindahkan ke Rumah Sakit Al-Awda.
Artileri Israel menembaki Rumah Sakit Rehabilitasi dan Prostesis Sheikh Hamad Bin Khalifa Al Thani di barat laut Kota Gaza, hingga menyebabkan kerusakan material.
Selama berbulan-bulan terjadinya genosida, rumah sakit dan sekitarnya menjadi sasaran serangan dan penembakan Israel, hingga menyebabkan operasinya terhenti untuk jangka waktu yang panjang dan terputus-putus.
Di Jalur Gaza utara, tiga warga Palestina gugur akibat serangan pesawat nirawak Israel terhadap warga Palestina di beberapa daerah.
Seorang koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa lima warga Palestina gugur dan lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menyasar warga terlantar di dekat pasar al-Faluja, sebelah barat kamp Jabalia. Tim penyelamat mengangkut jenazah para syuhada dan korban luka ke Rumah Sakit Kamal Adwan.
Pesawat nirawak Israel juga menjatuhkan bom ke rumah dan tenda warga terlantar di proyek Beit Lahia di Jalur Gaza utara.
Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengumumkan bahwa 92% rumah telah hancur atau rusak di Gaza, dan warga pun menghadapi “kehancuran yang luar biasa” akibat agresi Israel di Jalur Gaza.
Badan tersebut memastikan banyak sekali warga yang telah mengungsi berkali-kali karena kurangnya tempat berlindung.
Menurut data terbaru dari Kantor Media Pemerintah di Gaza, yang dirilis pada 8 Mei, 38 rumah sakit, 81 pusat kesehatan, dan 164 fasilitas kesehatan dihancurkan, dibakar, atau dihentikan layanannya selama perang genosida yang dikobarkan Israel. (mm/aljazeera)