Gaza, LiputanIslam.com – Sejak dimulainya kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Timur Tengah, tentara Israel telah membunuh 118 warga Palestina di Jalur Gaza, termasuk anak-anak, wanita, dan seorang jurnalis.
Israel juga secara langsung mengebom dua rumah sakit, enam bangunan sekolah dan tiga pusat penampungan pengungsi. Aksi Israel itu dilaporkan sebagai “yang paling kejam” dalam beberapa minggu terakhir.
Kunjungan Trump dibarengi dengan seruan “gencatan senjata” berulang-ulang dari AS, namun kenyataan di lapangan di Gaza justru sebaliknya; Israel melakukan serangkaian aksi pembantaian di dalam rumah sakit dan pusat-pusat penampungan pengungsi.
Menurut sumber medis Palestina, sejak Trump bersafari ke Timur Tengah, yang dimulai di Arab Saudi pada hari Selasa, sedikitnya 118 warga Palestina telah terbunuh, termasuk anak-anak, wanita, dan seorang jurnalis, di samping puluhan lainnya yang terluka dan hilang.
Selama serangan ini, dua rumah sakit menjadi sasaran di Khan Yunis, di Jalur Gaza selatan. Salah satunya, Rumah Sakit Eropa Gaza, dibom dua kali dalam waktu kurang dari 24 jam, hingga menggugurkan enam orang di dalam rumah sakit dan melukai 28 lainnya di rumah di dekatnya.
Pada Selasa pagi, tentara Israel menyerang Komplek Medis Nasser di Khan Yunis, rumah sakit terbesar di Jalur Gaza, hingga menggugurkan dan melukai beberapa warga Palestina yang dirawat di sana, termasuk jurnalis Hassan Aslih, menurut pernyataan dari kantor media pemerintah di Gaza.
Di saat yang sama, serangan udara Israel menyasar sedikitnya enam bangunan sekolah dan pusat pendidikan, serta tiga pusat perumahan bagi para pengungsi, hingga mengakibatkan semakin banyaknya korban jiwa dan meningkatnya pengungsian di Jalur Gaza, yang sedang terdera kekurangan makanan dan obat-obatan yang parah serta runtuhnya layanan dasar.
Pembantaian ini terjadi justru setelah Presiden Trump menyatakan bahwa rakyat Palestina di Gaza “berhak mendapatkan masa depan yang lebih baik.”
Klaim palsu yang terbukti telah beredar di media Israel mengenai pelonggaran perang genosida selama safari Trump ke negara-negara Teluk Persia, yang dimulai pada Selasa dengan kunjungan ke Arab Saudi dan berlanjut hingga Kamis dengan kunjungan ke Qatar dan UEA.
Menurut pernyataan Kantor Media Pemerintah di Gaza pada tanggal 8 Mei, sebanyak 38 rumah sakit, 81 pusat kesehatan, dan 164 fasilitas kesehatan telah dihancurkan, dibakar, atau dihentikan layanannya oleh perang genosida Israel. (mm/raialyoum)